KPK Eksekusi Hadi Setiawan Ke Lapas Klas 1 Surabaya

KPK Eksekusi Hadi Setiawan Ke Lapas Klas 1 Surabaya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melaksanakan proses eksekusi atau memindahkan lokasi penahanan seorang terpidana kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Hadi Setiawan (HS) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, proses eksekusi tersebut dilakukan KPK berdasarkan hasil putusan ditingkat Peninjauan Kembali (PK) yang merupakan suatu upaya perlawanan hukum Hadi Setiawan di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

“Jaksa Eksekusi KPK Leo Sukoto Manalu pada Selasa (6/10/2020) telah melaksanakan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor:195/ PK/Pid.Sus/2020 tanggal 13 Juli 2020 atas nama terpidana Hadi Setiawan (HS),” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

“Dengan cara memasukkan yang bersangkutan (Hadi Setiawan) ke Lapas Klas I Surabaya (Jawa Timur) untuk menjalani hukuman pidana penjara selama 3 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” jelasnya.

Baca Juga:  Menperin Sebut Peningkatan Pengolahan Sagu Jadi Program Prioritas

Ali menjelaskan, sebelumnya terpidana Hadi Setiawan (HS) telah diputus bersalah karena telah dinyatakan terbukti bersalah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) secara bersama-sama.

“Selain pidana badan, terpidana (Hadi Setiawan) juga diwajibkan untuk membayar pidana denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” jelasnya

Sebagai informasi, Hadi diketahui telah mendapatkan “diskon” pengurangan atau keringanan hukuman yang sebelumnya 4 tahun menjadi 3 tahun penjara saat dirinya mengajukan perlawanan hukum di tingkat Peninjuan Kembali (PK) MA.

Hadi sebelumnya diberitakan merupakan terpidana dalam kasus perkara suap kepada hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan Merry Purba terkait pengaturan suaru kasus perkara di pengadilan.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Eks Bupati Lampung Tengah, KPK Dalami Keterangan 5 Saksi

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta saat itu telah menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Hadi dengan 4 tahun penjara ditambah denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Hadi saat itu dinyatakan terbukti bersalah karena turut menyuap Hakim Merry Purba pada 4 April 2019.

Sedangkan putusan majelis hakim saat itu sebenarnya lebih rendah jika dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. JPU KPK saat itu menuntut Hadi divonis 5,5 tahun penjara ditambah denda Rp 350 juta subsider 4 bulan kurungan.

Hadi dinyatakan telah terbukti melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Tags: , ,