KPK Eksekusi Terpidana Suap Proyek Infrastruktur Dinas PUPR Pemkab Sidoarjo

KPK Eksekusi Tersangka Suap Proyek Infrastruktur Dinas PUPR Pemkab Sidoarjo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi atau memindahkan lokasi penahanan atas nama terpidana Sunarti Setyaningsih ke Rumah Tahanan (Rutan) Negara Perempuan Klas II A Surabaya di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) berdasarkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Sunarti sebelumnya diketahui merupakan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jatim.

“Jaksa Eksekusi KPK Medi Iskandar Zulkarnain pada Selasa (20/10) kemarin telah melaksanakan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya No.36/Lid.Sus-TPK/2020/PN.Sby tanggal 5 Oktober 2020 atas nama terpidana Sunarti Setyaningsih,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

“Eksekusi dilakukan dengan cara memasukkan (menjebloskan) yang besangkutan ke Rumah Tahanan (Rutan) Negara Perempuan Klas IIA Surabaya di Porong (Sidoarjo) untuk menjalani hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi selama terpidana berada dalam tahanan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, terpidana Sunarti telah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam perkara penerimaan suap proyek infrastruktur pada Dinas PUPR Pemkab Sidoarjo.

“Terpidana (Sunarti Setyaningsih) juga dibebani untuk membayar denda sejumlah Rp 100 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” terangnya.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya sebelumnya juga telah menjatuhkan vonis terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUBMSDA Pemkab Sidoarjo Judi Tetrahastoto dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji masing-masing hukuman pidana 2 tahun penjara.

Dalam kasus ini, penyidik KPK sebelumnya juga telah menetapkan 3 orang lainnya sebagai tersangka, masing-masing mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama pihak kontraktor sebagai pihak pemberi suap atau penyuap masing-masing Ibnu Gofur dan Totok Sumedi.

Pengadilan Tipikor Surabaya sebelumnya menyatakan Saiful Ilah bersama dengan sejumlah oknum ASN/PNS di Pemkab Sidoarjo terbukti bersalah telah menerima suap dari Ibnu Gofur dan Totok Sumedi untuk memenangkan beberapa tender sejumlah proyek infrastruktur.

Majelis Hakim meyakini peneriman uang tersebut adalah sebagai hadiah dari Ibnu Gofur dan Totok Sumedi atas pemenangan paket-paket pembangunan di Pemkab Sidoarjo Tahun Anggaran 2019.

Saiful Ilah dinyatakan terbukti bersalah karena telah menerima uang Rp 600 juta, Sunarti menerima uang Rp 225 juta, Judi menerima uang Rp 460 juta, dan Sangadji menerima uang Rp 300 juta.

Saiful Ilah divonis hukuman pidana 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Sementara itu 2 terpidana pemberi suap atau penyuap juga telah dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 8 bulan dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Tags: , ,