KPK Kembali Periksa 5 Saksi Di Kasus Eks Bupati Bogor

KPK Kembali Periksa 5 Saksi Di Kasus Eks Bupati Bogor

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi. Pemeriksaan sejumlah saksi itu dilakukan KPK untuk mendalami kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk tersangka Rachmat Yasin (RY).

Yang bersangkutan diperiksa dalam penyidikan kasus perkara dugaan Tindak Pidana korupsi (Tipikor) terkait pemotongan uang dan gratifikasi tersangka Rachmat mantan Bupati Bogor periode masa jabatan 2008 hingga 2014.

“Yang bersangkutan (5 orang) dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka RY (Rachmat Yasin), mantan Bupati Bogor,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Ali menjelaskan, kelima (5) orang saksi yang diperiksa tersebut adalah Syarifah Sofiah Dwikorawati Kepala Bappeda Pemkab Bogor, mantan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor M Zairin.

Selanjutnya saksi Kasubag Keuangan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor Rida Tresnadewi, Kabid Tata Bangunan pada DTBP Kabupaten Bogor Atis Tardiana, dan Sekretaris Dinas Tata Bangunan Permukiman Kabupaten Bogor Andi Sudirman.

Baca Juga:  Suami Ditahan Karena Tangkap Maling, Istri Histeris di Kejari Klaten

Sementara itu, penyidik KPK sebelumnya telah menahan tersangka Rachmat pada 13 Agustus 2020. Rachmat sebelumnya juga telah diumumkan sebagai tersangka sejak 25 Juni 2019.

Tersangka Rachmat Yasin hingga saat ini masih menjalani masa penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan.

Rachmat sebelumnya diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar Rp8,93 miliar.

Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

Rachmat diduga menerima gratifikasi, yaitu berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp825 juta.

Baca Juga:  2 Terpidana Kasus Eks Bupati Sidoarjo Dieksekusi ke Lapas Klas I Surabaya

Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja atau 1 bulan.

Rachmat disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf A dan Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Padahal Rachmat sebelumnya telah dinyatakan bebas pada 8 Mei 2019 dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya Rachmat setelah menjalani masa hukuman terkait perkara korupsi lainnya. Namun kini Rachmat kembali ditahan KPK karena diduga melakukan kasus perkara korupsi lainnya.

Tags: , ,