KPK Limpahkan Berkas Nurhadi dan Menantunya ke Pengadilan

KPK Limpahkan Berkas Nurhadi dan Menantunya ke Pengadilan

Pelaksana Tugas (Plt) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, penyidik KPK telah melimpahkan berkas perkara atas nama terdakwa Nurhadi dan Rezky Herbiyono (menantu Nurhadi).

Kedua tersangka tersebut diduga terlibat dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kasus penanganan perkara sengketa perdata di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Menurut Ali, kedua tersangka tersebut akan segera menjalani persidangan perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Pengadilan Negeri (PN)) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum KPK) melimpahkan berkas perkara terdakwa Nurhadi dan Rezky Herbiyono ke Pengadilan Tipikor Jakarta,” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

“Berikutnya, JPU KPK akan menunggu penetapan penunjukan majelis hakim dan penetapan hari sidang perdana, dengan agenda pembacaan surat dakwaan,” jelasnya.

Baca Juga:  Hari ini Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Yulia

Ali mengatakan, selama proses penyidikan terhadap kedua tersangka, penyidik KPK telah melakukam pemeriksaan terhadap 167 saksi.

Selain Nurhadi dan Rezky, KPK sebelumnya telah menetapkan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS) sebagai tersangka dalam kasus ini. Namun Hiendra Soenjoto sampai saat ini masih dinyatakan buron karena melarikan diri.

Tersangka Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar. Kasus dugaan itu terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Sedangkan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pihak pemberi suap atau penyuap.

Sementara itu, penerimaan suap tersebut terkait pengurusan perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero) kurang lebih sebesar Rp 14 miliar.

Baca Juga:  2 Terpidana Kasus Eks Bupati Sidoarjo Dieksekusi ke Lapas Klas I Surabaya

Selanjutnya terjait kasus perkara perdata sengketa saham di PT MIT kurang lebih sebesar Rp 33,1 miliar, dan gratifikasi terkait perkara di pengadilan kurang lebih Rp 12,9 miliar, sehingga akumulasi yang diduga diterima kurang lebih sebesar Rp 46 miliar.

KPK juga telah menyita beberapa aset diduga terkait dengan kasus Nurhadi, seperti lahan kelapa sawit di Padang Lawas, Sumatera Utara, vila di Megamendung, Kabupaten Bogor dan belasan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Terkait aset-aset tersebut, KPK juga telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk mengembangkan kasus Nurhadi tersebut ke arah dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Tags: , ,