KPK Periksa 5 Saksi Lagi Terkait Kasus Dadang Suganda

KPK Periksa 5 Saksi Lagi Terkait Kasus Dadang Suganda

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pengadaan lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, kelima (5) saksi tersebut akan diperiksa untuk tersangka Dadang Suganda (DS).

“Penyidik KPK dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi untuk tersangka Dadang Suganda (DS) terkait RTH Kota Bandung,” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Ali menjelaskan, kelima saksi yang akan diperiksa adalah Diki Afandi swasta, Hasbullah karyawan swasta, Novia Bethesda Siahaan ibu rumah tangga, Amanda Ayudhia ibu rumah tangga dan Irman seorang PNS/ASN Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Bandung.

Sebelumnya diberitakan, penyidik KPK kembali memperpanjang penahanan untuk tersangka Dadang berdasarkan penetapan Ketua PN (Pengadilan Negeri) Bandung (Jawa Barat) yang kedua selama 30 hari kedepan.

Menurut Ali, perpanjangan penahanan tersangka DS (Dadang Suganda) dimulai 28 September 2020 sampai 27 Oktober 2020 di Rutan (Rumah Tahanan) KPK Kavling 4 belakang Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca Juga:  Jokowi Terbitkan Prepres Supervisi Terkait KPK

Penyidik KPK akan segera menyelesaikan pemberkasan perkara untuk tersangka Dadang. Dengan demikian kasus perkara atas nama Dadang Suganda akan dapat segera disidangkan dalam waktu dekat.

Penyidik KPK sebelumnya telah menetapkan Dadang Suganda (DS) sebagai tersangka sejak 21 November 2019. Dadang diduga berperan sebagai makelar tanah yang membeli sejumlah lahan milik masyarakat yang akan dijadikan RTH di Kota Bandung.

Pada kenyataannya, Pemkot Bandung tidak membeli langsung lahan tersebut dari pemilik tanah, namun diduga menggunakan jasa makelar. Sejumlah pihak lain yang menjadi makelar tanah adalah mantan Anggota DPRD Kota Bandung periode 2009 hingga 2014 Kadar Slamet dan Dadang Suganda.

Dalam kasus ini, proses pengadaan tanah RTH Bandung dengan perantaraan Dadang itu dilakukan karena yang bersangkutan mempunyai kedekatan dengan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Edi Siswadi.

Edi Siswadi kini telah divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim dalam terkait penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemkot Bandung. Edi Siswadi memerintahkan Herry Nurhayat untuk membantu Dadang Suganda dalam proses pengadaan tanah tersebut.

Baca Juga:  Kasus Jiwasraya, Benny Tjokro Divonis Seumur Hidup dan Bayar Uang Pengganti Rp 6 Triliun

KPK menduga Dadang melakukan pembelian tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) setempat.

Pemkot Bandung kemudian membayarkan Rp 43,65 miliar kepada Dadang setelah tanah tersebut tersedia. Ternyata Dadang hanya memberikan Rp 13,5 miliar kepada sejumlah pemilik tanah yang akan dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau.

KPK menyakini tersangka Dadang telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara memperkaya diri sendiri, orang lain dan suatu korporasi dengan keuntungan mencapai Rp 30 miliar.

Sebagian uang itu atau sekitar Rp 10 miliar diantaranya telah diberikan pada Edi Siswadi yang akhirnya digunakan untuk menyuap hakim dalam persidangan kasus perkara Bantuan Sosial (Bansos) di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bandung.

KPK juga telah menyita 64 bidang tanah dan bangunan serta dua mobil milik tersangka Dadang Suganda (DS) sebagai barang bukti dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) RTH Pemerintah Kota Bandung.

Tags: , ,