KPK Periksa Dua Saksi Untuk Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah

KPK Periksa Dua Saksi Untuk Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, penyidik dijadwalkan memeriksa 2 orang saksi. Kedua saksi tersebut akan diperiksa dalam penyidikan kasus dugaan Tindak Pidana Koruspsi (Tipikor) suap terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Dumai, Riau dalam APBN-P Tahun 2017 dan APBN 2018.

“Yang bersangkutan (2 orang) akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka ZAS (Zulkifli Adnan Singkah/Wali Kota Dumai),” kata Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Ali menjelaskan, kedua (2) saksi yang akan diperiksa tersebut masing-masing adalah Juwanto alias Toto wiraswasta dan Suhadak alias Imam Suhadak pedagang.

Sementara itu sebelumnya, penyidik KPK telah menetapkan Zulkifli sebagai tersangka dalam 2 perkara, yaitu tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan gratifikasi sejak 3 Mei 2019.

Tersangka Zulkifli diduga memberi uang total sebesar Rp 550 juta kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan terkait dengan pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai.

Yaya Purnomo sebelumnya diketahui merupakan mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia.

KPK menduga, Zulkifli juga menerima sejumlah gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan sejumlah fasilitas kamar hotel di Jakarta.

Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja (1 bulan).

Zulkifli disangkakan telah melanggar pasal 5 Ayat (1) hurufa atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Zulkifli juga disangkakan melanggar pasal 12 B atau Pasal 11 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Tags: , ,