KPK Periksa Kembali Bupati Kutai Timur Non Aktif dan Istrinya

KPK Periksa Kembali Bupati Kutai Timur Non Aktif dan Istrinya

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang tersangka sekaligus. Kedua tersangka itu adalah Ismunandar, Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) non aktif dan Encek Unguria Firgasih (istri Ismunandar) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur non aktif.

Sebelumnya kedua tersangka tersebut diperiksa dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap terkait pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Kutai Timur.

Pantauan wartawan, tersangka Encek tampak terlihat keluar lebih dahulu meninggalkan Gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan warna oranye dengan tangan terborgol pada sekitar pukul 15:15 WIB.

Tersangka Encek (rompi tahanan) dapat nasi kotak usai diperiksa KPK
Tersangka Encek (rompi tahanan) dapat nasi kotak usai diperiksa KPK

Encek juga terlihat membawa 2 nasi untuk makan siang bersama suaminya sesampainya di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK.

Baca Juga:  Eks Sekretaris MA dan Menantunya Jalani Sidang Perdana Hari Ini

“Ya alhamduliah, rezeki ini (dikasih 2 nasi kotak),” kata Encek kepada wartawan di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2020).

Selang satu jam kemudian pada sekitar pukul 16:25 WIB giliran Ismunandar (suami Encek) tampak terlihat keluar meninggalkan Gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan warna oranye dengan tangan terborgol. Ismunandar mengaku sehat saat menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

“Alhamduliah sehat,” sahut Ismunandar

Tersangka Ismunandar (rompi tahanan) mengaku sehat usai diperiksa KPK
Tersangka Ismunandar (rompi tahanan) mengaku sehat usai diperiksa KPK

Sementara itu, penyidik KPK sebelumnya telah menetapkan Ismunandar bersama Encek serta Kepala Dinas PU Kutai Timur Aswandini, Kepala Bapenda Kutai Timur Musyaffa dan Kepala BPKAD Kutai Timur Suriansyah yang diduga menerima suap dari dua orang rekanan proyek yakni Aditya Maharani dan Deky Aryanto.

Baca Juga:  KPK Periksa 6 Saksi Kasus Suap Eks Bupati Lampung Tengah

Saat menangkap para tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), KPK saat itu menemukan barang bukti uang tunai Rp 170 juta, sejumlah buku tabungan dengan saldo total Rp 4,8 miliar dan sertifikat deposito senilai Rp 1,2 miliar.

Dalam konstruksi perkara, Ismunandar diduga menerima Rp 2,1 miliar dan Rp 550 juta dari Aditya dan Deky melalui Suriansyah dan Musyaffa.

Selain itu, Ismunandar, Suriansyah, Musyaffa, dan Aswandini juga diduga menerima THR masing-masing senilai Rp 100 juta dan transfer senilai Rp 125 juta untuk kepentingan kampanye Ismunandar.

Tags: , ,