KPK Perpanjang Masa Tahanan 5 Tersangka Kasus PT Waskita Karya

KPK Perpanjang Masa Tahanan 5 Tersangka Kasus PT Waskita Karya

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperpanjang masa penahanan 5 orang tersangka terkait kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kelima tersangka itu diduga terlibat pelaksanaan kegiatan pekerjaan subkontraktor fiktif sejumlah proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

“Berdasarkan penetapan Ketua PN (Pengadilan Negeri) Jakarta Pusat yang pertama, maka penyidik melanjutkan penahanan 5 orang tersangka selama 30 hari terhitung mulai 21 September 2020 sampai dengan 20 Oktober 2020,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

“Kelima tersangka itu adalah DSA (Desi Arryani), JS (Jarot Subana), FU (Faqih Usman), FR (Fathor Rachman) dan YAS (Yuly Ariandi Siregar),” jelasnya.

Ali menjelaskan, tersangka mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Desi Arryani (DSA) ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Jarot Subana (JS) ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur.

Baca Juga:  Ganjar Pranowo Meminta Pemerintah Mendaftarkan Kebaya ke UNESCO

Tersangka mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Fakih Usman (FU) ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR) ditahan di Rutan Cabang KPK Gedung Merah Putih KPK.

Tersangka mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar (YAS) ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan

Ali menjelaskan, kelima tersangka itu diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif sejumlah proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya selama 2009 sampai dengan 2015.

Baca Juga:  Upacara Pembukaan Pospenas IX 2022 Solo di Stadion Manahan Berlangsung Meriah

“Terhitung sejak 2009 hingga 2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya,” terangnya.

Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV Dwiyasa Tri Mandiri, PT MER Engineering dan PT Aryana Sejahtera.

Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara, telah terjadi potensi kerugian anggaran keuangan negara akibat kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif itu sebesar Rp202 miliar.

Tags: , ,