KPK Sita Uang Rp 12 Miliar Terkait Kasus Proyek Fiktif PT Waskita Karya

KPK Sita Uang Rp 12 Miliar Terkait Kasus Proyek Fiktif PT Waskita Karya

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai sebesar Rp 12 miliar. Uang tersebut merupakan bagian pengembangan penyidikan kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif sejumlah proyek di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

“KPK melakukan penyitaan (sejumlah barang bukti) beberapa dokumen, uang dan aset sebagai berikut uang lebih kurang Rp 12 miliar, satu aset tanah disita, puluhan aset telah diblokir dan saat ini sedang dilakukan verifikasi,” kata Ali kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

“Terkait penyidikan kasus tersebut, penyidik KPK juga telah memeriksa sekitar 200 orang saksi. Penyidik saat ini akan terus melengkapi berkas perkara dengan dugaan nilai kerugian negara Rp 202 miliar ini dengan fokus pada upaya pemulihan aset (asset recovery),” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, penyidik KPK telah menetapkan 5 orang sebagai tersangka dalam kasus ini, masing-masing mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Desi Arryani (DSA), mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Jarot Subana (JS), mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Fakih Usman (FU).

Kemudian tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011-2013 Fathor Rachman (FR) dan mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya periode 2010-2014 Yuly Ariandi Siregar (YAS).

Masing-masing tersangka tersebut diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum yaitu Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif sejumlah proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya selama 2009 sampai dengan 2015.

Sejak 2009 hingga 2015, sedikitnya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Sementara itu perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV Dwiyasa Tri Mandiri, PT MER Engineering, dan PT Aryana Sejahtera.

Berdasarkan hasil laporan pemeriksaan investigasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total kerugian anggaran keuangan negara dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut diperkirakan mencapai Rp 202 miliar.

Kelima (5) tersangka tersebut disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Tags: , ,