KPU Sebut Anggaran Minim, Debat Calon Wali Kota Solo Tak Disiarkan Live

KPU Sebut Anggaran Minim, Debat Calon Wali Kota Solo Tak Disiarkan Live

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo tidak akan menyiarkan kegiatan debat calon wali kota-wakil wali kota Solo tersebut secara langsung alias live.

Nurul Sutarti selaku Ketua KPU Solo menyampaikan bahwa agenda debat rencananya disiarkan salah satu televisi swasta lokal dengan metode siaran tunda.

Menurutnya, hal itu tidak menjadi persoalan. Pasalnya, biaya untuk mengadakan siaran debat calon wali kota-wakil wali kota Solo secara langsung cukup besar.

Nurul mengatakan, “Nggak cukup anggarannya. Cukupnya cuma siaran tunda. Anggaran kami fokus untuk sosialisasi di media”.

Mengenai keputusan untuk melakukan siaran tunda, KPU sebenarnya mendapat banyak tawaran dari stasiun televisi swasta nasional untuk melakukan siaran langsung. Tetapi, hal tersebut belum dapat diputuskan.

Baca Juga:  PDIP Pecat Cawabup Klaten Harjanta yang Maju Pilkada 2020 Lewat Partai Lain

Nurul menambahkan, “Saya kurang tahu kenapa banyak yang minta (siaran) live. Ya silakan saja live, tapi kami tidak punya anggaran. Gitu aja”.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya masih mempertimbangkan protokol kesehatan dalam acara debat kandidat. Sesuai dengan aturan, hanya 50 orang yang dapat masuk ke ruangan, termasuk media.

“Lha ini jadi perhatian sendiri. Kami tak ingin menyalahi aturan tersebut,” kata Nurul.

Di sisi lain, pada hari Jumat (9/10/2020) kemarin, KPU melakukan pelantikan dan pembekalan anggota Penggerak Partisipasi (Gerak Pasti). Sebanyak 15 anggota Gerak Pasti diberi materi oleh seluruh komisioner KPU selama sehari di Hotel Swiss Bel Hotel Gilingan Banjarsari.

KPU Solo telah menyerahkan bahan kampanye kepada pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota. Bahan kampanye tersebut dapat digandakan sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga:  Pemkot Surakarta Beserta Elemen Masyarakat Serukan Anti Kekerasan dalam Beraspirasi

“Masing-masing paslon kami beri sesuai dengan ketentuan itu. Selanjutnya masing-masing paslon dapat menggandakan maksimal 200 persen dari jumlah yang ada. Untuk flyer dapat menggandakan maksimal sejumlah kepala keluarga,”tandasnya.

Tags: , ,