KPU Surakarta: Pilkada Digelar Sesuai Standar Protokol Kesehatan!

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak digelar pada 9 Desember 2020 sudah semakin dekat. Tentunya persiapan kelengkapan logistik sudah harus benar-benar siap. Ditemui oleh Soloraya.id, Ketua KPU Surakarta, Nurul Sutarti, menjelaskan untuk keperluan logistik sedang dalam proses.

Nurul juga menejelaskan karena masa pandemi ini, logistik dibagi menjadi dua, yaitu logistik pemilihan dan logistik alat pelindung diri (APD). Untuk logistik pemilihan, seperti surat suara dan kelengkapan lainnya sudah siap dan akan diterima oleh KPU Surakarta pada akhir minggu ini.

Sedangkan untuk logistik APD hanya kurang termo gun atau alat pengukur suhu tubuh sedangkan kelengkapan lainnya, seperti masker, sarung tangan plastik sekali pakai, hand sanitizer, faceshield dan lainnya sudah siap.

Rencananya minggu depan logistik APD sudah harus dikirim ke masing-masing Kelurahan di kota Surakarta. Sedangkan untuk logistik pemilihan akan dikirimkan pada H-1 atau hari sebelum pemilihan ke TPS masing-masing.

Baca Juga:  Partai Bulan Bintang Dukung Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

“Persiapan logistik sudah lebih dari 80 persen, kalau kaitannya dengan logistik APD akan langsung dikirim ke Kelurahan karena kan ini tidak diangsur ketentuannya, tapi untuk logistik pemilihan itu bisa dikirm pada H-1 ke TPS-nya”, jelas Nurul kepada Soloraya.id, Rabu (18/11/2020) di media center KPU Surakarta.

Nurul juga menjelaskan untuk kebutuhan logistik yang terkait dengan Covid-19 sudah ditanggung oleh pemerintah melalui APBN. Awalnya pendanaan direncanakan hanya mengambil dari APBD saja namun karena ada penundaan alokasi dana yang diprioritaskan untuk penanganan pandemi, maka ada penambahan dana dari APBN untuk kebutuhan logistik APD Pilkada.

Untuk TPS, semuanya sudah distandarisasi berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh KPU Surakarta, salah satunya ukuran ruang untuk TPS harus memiliki luas 10m x 8m. Selain itu penempatan atribut pemilihan seperti bilik suara, kota suara, dan posisi petugas KPPS juga sudah ditetapkan berdasarkan standarisisasi protokol kesehatan.

Baca Juga:  Digelar 3 Desember 2020 Mendatang, Apa Beda Debat Kedua Gibran-Teguh Vs Bajo?

Melalui standarisasi ini, KPU Surakarta juga telah ikut serta dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait Pilkada yang aman selama pandemi, selain itu juga ikut serta dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mau berpartisipasi dalam pesta demokrasi yang akan digelar.

Pemilihan cawali dan cawawali kota Surakarta ini akan mempertemukan 2 pasangan, yaitu Gibran Rakabuming Raka–Teguh Prakosa yang diusung oleh PDI-P serta didukung oleh partai-partai lain, seperti Golkar, PAN, PKB, PSI dan Gerindra. Kemudian ada pasangan Bagyo Wahono-FX Supardjo yang berasal dari jalur independen (non-partai).

Pemilihan kali ini, Surakarta untuk pertama kalinya memiliki pasangan jalur independen dan merupakan kota/kabupaten satu-satunya di Jawa Tengah yang memiliki calon pasangan non partai.

Tags: , ,