KRL Solo Yogya Diluncurkan, Bagaimana Nasib Prameks?

KRL Solo Yogya Diluncurkan, Bagaimana Nasib Prameks?

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (persero) melalui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan melakukan uji coba terbatas pengoperasian KRL Yogya-Solo.

Setelah beroperasinya KRL Solo-Jogja tersebut, bagaimana nasib kereta legendaris KA Prameks?

Untuk informasi, KA Prameks akan tetap beroperasi meski perannya digantikan KRL Solo Yogya.

Wawan Ariyanto -Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)- menyebut bahwa KA Prameks bakal melayani rute diluar KRL Solo Yogya.

Pada hari Kamis (21/1/2021) lalu, Wawan mengatakan, “Prameks akan kita jalankan terusannya KRL Solo Yogya, kalau KRL berhenti di stasiun akhir Yogyakarta nanti Prameks melayani Yogyakarta Kutoarjo”.

Seperti yang diketahui, KRL Solo Yogya nantinya akan melayani 11 stasiun keberangkatan maupun pemberhentian.

Dari daftar 11 stasiun tersebut yakni Solo Balapan, Purwosari, Gawok, Delanggu, Ceper, Klaten, Srowot, Prambanan, Maguwo, Lempuyangan dan Yogyakarta.

Wawan menambahkan, “Jika selama ini biasanya ke Kutoarjo bisa langsung, dengan kehadiran KRL Solo Yogya akan kita bagi”.

“Solo Yogya kita layani pakai KRL dan selanjutnya menggunakan KA Prameks,” sambungnya.

Nantinya dalam sehari, KRL Solo Yogya sendiri rencananya akan melayani sebanyak 10 jadwal keberangkatan.

“Sementara kita seperti rute KA Prameks, dengan 10 keberangkatan atau 20 perjalanan pulang pergi,” kata Wawan.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa KRL Solo Yogya menyediakan 10 rangkaian kereta atau trainset.

Dalam 1 gerbong sendiri berkapasitas 200 penumpang, namun lantaran pandemi Covid-19 jumlahnya dibatasi hanya menjadi 70 penumpang.

Tak menutup kemungkinan untuk menambah gerbong jika sewaktu waktu antusias masyarakat begitu tinggi.

Incoming search terms:

  • Krl fluktuatif
Tags: , ,