Lahan di Jabodetabek, Ada Pengembang Raksasa Yang Menguasai

Lahan di Jabodetabek, Ada Pengembang Raksasa Yang Menguasai

Upaya pemerintah untuk menyediakan perumahan rakyat masih terhambat oleh sejumlah pekerjaan rumah (PR). Membangun perumahan di daerah perkotaan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hampir tidak mungkin untuk dilakukan.

Alasannya adalah bahwa ada hambatan untuk proses penyediaan tanah di kota-kota besar. Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid menjelaskan bahwa lahan kota telah dikuasai oleh pengembangan besar.

“Kenyataannya adalah di kota-kota besar seperti Jabodetabek, lahan-lahan sudah dikuasai oleh pengembang besar. Kita sama-sama tahu. Untuk membangun rumah MBR sangat susah cari tanah yang murah,” ujarnya di sela rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (9/7/20).

Menurutnya, pemerintah memang harus melibatkan pengembang besar untuk pembangunan perumahan berskala besar. Dia juga mengatakan dia terus bekerja untuk meningkatkan regulasi. Dalam memberikan satu juta program perumahan, kemampuan pemerintah untuk menyediakan dana terbatas, maka memerlukan kemitraan dengan sektor swasta.

Baca Juga:  Angka Inflasi Solo 0,17 Persen dan Masuk Peringat Lima di Jawa Tengah

“Makanya kita sedang mencoba mendorong di UU Pertanahan tentang adanya pasal land banking. Saya kira bukan cuma rumah, tetapi untuk infrastruktur negara perlu mengatur perkembangan tanah ini,” jelasnya.

Dengan pemikiran ini, pihaknya juga mengintensifkan pembangunan perumahan vertikal berdasarkan TOD. Di Jabodetabek, dia mengatakan ada rencana untuk membangun 56 titik TOD.

“Di Jabodetabek ada 56 titik, baru kita bangun 11 titik, ini memang masih BUMN di Perumnas, dan BUMN lain yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan, namun ke depan sisanya memang swasta sudah mulai masuk,” tandasnya.

“Kemudian program berbasis komunitas, ini juga perlu dikembangkan, untuk mempercepat. Jadi tidak satu-satu, mungkin nanti apakah di Komisi V akan menjadi program bersama-sama, kita akan bahas nanti,” lanjutnya.

Tags: , ,