Lanjutan Kasus Mantan Bupati Bogor, KPK Kembali Periksa Satu Saksi

Lanjutan Kasus Mantan Bupati Bogor, KPK Kembali Periksa Satu Saksi

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil seorang saksi bernama Mirza Taufani seorang supervisor legal Maybank Finance. Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka Rachmat Yasin (RY) mantan Bupati Bogor, Jawa Barat.

“Yang bersangkutan (Mirza Taufani) akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka RY (Rachmat Yasin) mantan Bupati Bogor,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/9/2020).

KPK menduga tersangka Rahmat telah meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa satuan kerja perangkat daerah sekitar Rp 8,93 miliar.

Uang tersebut diduga digunakan Rachmat untuk biaya operasional Bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada tahun 2013 dan 2014.

Baca Juga:  DPR Setujui Anggaran Mobil Dinas Pimpinan KPK

Kemudian Rachmat diduga telah menerima gratifikasi berupa tanah seluas 20 hektar di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Allphard Vellfire senilai Rp 825 juta.

Gratifikasi tanah diduga diberikan oleh seorang pemilik tanah untuk memuluskan perizinan lokasi pendirian pondok pesantren.

Sementara itu, gratifikasi mobil diduga berasal dari pengusaha yang memegang sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat.

Rachmat disangkakan telah melanggar pasal 12 huruf f dan pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Penetepan status tersangka baru itu sebenarnya merupakan pengembangan dari kasus suap sebelumnya terkait dengan rekomendasi tukar menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 2014 yang melibatkan Rachmat.

Baca Juga:  Eks Dirut PNRI Selesai Diperiksa KPK Terkait Kasus e-KTP

Dalam kasus itu, Rachmat divonis bersalah dan dihukum penjara selama 5 tahun 6 bulan. Rachmat telah selesai menjalani masa hukumannya di Lapas Sukamiskin dan dinyatakan bebas pada Mei 2019 lalu. Namun, tak lama setelah bebas, penyidik KPK kembali menetapkan Rachmat sebagai tersangka dalam kasus lain.

Tags: , ,