Lansia Asal Jebres Meninggal Saat Jalani Karantina Mandiri

Lansia Asal Jebres Meninggal Saat Jalani Karantina Mandiri

Saat sedang menjalani karantina mandiri di rumahnya di Kelurahan/Kecamatan Jebres, seorang lansia dengan inisial W, 71, meninggal dunia.

Pasir Luhur -Ketua RT wilayah setempat- menjelaskan bahwa sebelumnya anak W, yakni M terlebih dulu meninggal di RS PKU Muhammadiyah.

Luhur menuturkan, “Meninggalnya Kamis (29/10/2020) malam, dimakamkan Jumat (30/10/2020). Kemudian Pak lurah memberi kabar kalau M positif corona”.

Luhur menjelaskan, “Menyikapi kabar tersebut, ada arahan agar keluarga M melakukan karantina mandiri. Setelah itu, saya langsung membentuk grup yang terdiri dari kelompok dasawisma. Mereka nanti yang mencukupi kehidupan keluarga W dari awal sampai akhir. Di rumah itu jumlah orangnya ada 11 yang terbagi dalam lima KK”.

Tetapi, saat menjalani karantina mandiri tersebut, W meninggal dunia hari Senin (2/11/2020) sekitar pukul 07.00 WIB.

Baca Juga:  Bupati Karanganyar Tak Beri Ijin Gelar Pesta Kembang Api

Meninggalnya yang bersangkutan tersebut langsung diinformasikan kepada Satgas Covid-19 Kota Surakarta.

Pada sekitar pukul 15.00 WIB, W akhirnya dievakuasi untuk selanjutnya dikebumikan di TPU Purwoloyo.

Luhur menuturkan, “Atas rekomendasi kelurahan, tadi tidak perlu pakai kajang dan sebagainya”.

Atas kejadian tersebut, hingga saat ini belum ada arahan untuk melakukan lockdown wilayah.

“Tapi setiap ada kejadian, kami langsung menyemprot lingkungan dengan cairan disinfektan”, imbuh Luhur

Di sisi lain, TC, cucu dari W menuturkan jika pihak keluarga hanya mengetahui kalau M positif Covid-19 secara lisan.

TC mengatakan, “Belum ada surat tertulisnya. Oleh karena itu, kemarin waktu kami diminta swab, kami menolak, milih karantina mandiri. Terus nenek saya ini meninggal karena terpuruk anaknya meninggal, kondisinya drop”.

Baca Juga:  Paslon Bajo Siap Jadi Relawan Uji Vaksin Covid-19

Sang cucu juga menyayangkan lambannya proses evakuasi W. Padahal sudah sejak pukul 07.00, keluarga memberi kabar kalau W telah meninggal.

“Tapi dari pagi tidak ada respons. Kemudian seperti ada arahan, keluarga kami dikucilkan. Padahal nenek saya ini belum tentu positif,” kata TC.

Tags: , ,