Libur Panjang, Pemkot Solo dan Pemkab Karanganyar Kerjasama Bangun Tim Monitor Tempat Wisata

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta akan membentuk tim monitoring khusus memantau objek wisata yang dikelola Perhutani bekerja sama dengan pihak ketiga.

Tim monitoring mulai bekerja pekan depan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur panjang mulai Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020).

Administratur Perum Perhutani KPH Surakarta, Sugi Purwanta, menyampaikan tim monitoring bikinan Perhutani akan bekerja sama dengan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dan satuan tugas (satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar.

Dalam hal ini spesifik dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar.

“Tim monitoring akan dipimpin Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Surakarta. Pemantauan langsung ke lokasi maupun melalui pesan berjejaring dalam grup. Jadi sistemnya mobile. Tidak ditempatkan khusus di satu lokasi objek wisata,” kata Sugi, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga:  Apa Alasan Putra Amien Rais Dukung Gibran di Pilkada Solo 2020?

Selain membentuk tim monitoring, Perhutani KPH Surakarta juga berkoordinasi dengan pengelola wisata di kawasan wisata Tawangmangu dan Ngargoyoso.

Sejumlah objek wisata di bawah pengelolaan Perum Perhutani KPH Surakarta bekerja sama dengan pihak ketiga sudah buka.

Beberapa di antaranya, Cemara Kandang, Ceto, Pringgodani, Sakura Hills, Bukit Sakura Lawu atau Mongkrang View, Kembang Pinus, The Lawu Park, Lawu Camp, Bukit Mongkrang, Bukit Sakura, Sekipan, Tenggir Park atau Omah Sukuh, dan lain-lain.

“Imbauan langsung kepada semua pengelola untuk mempersiapkan protokol kesehatan Covid-19. Sebelum momen libur panjang itu kami cek dulu kesiapan pengelola. Senin atau Selasa pekan depan kami terjunkan petugas untuk mengecek kesiapan di lapangan,” ujar dia.

Baca Juga:  Gibran: Warga Banyak Berasumsi, Target Saya Menang 92 Persen

Sugi mengaku Perhutani juga akan membuat imbauan secara tertulis untuk pengelola wisata agar memperhatikan penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

Ditanya kemungkinan lonjakan pengunjung ke objek wisata yang dikelola Perhutani dengan pihak ketiga itu, Sugi menyampaikan perihal pembatasan jumlah pengunjung selama pandemi Covid-19.

“Selama pandemi kan memang dibatasi 50 persen dari kapasitas objek wisata. Kawasan wisata Tawangmangu ini kan viral sejak awal. Makanya kan kami batasi. Kami tekankan itu kepada pengelola. Jangan sekadar mengundang banyak pengunjung tapi juga memberikan rambu-rambu protokol kesehatan selama pandemi,” ungkapnya.

Tags: , ,