Libur Panjang Tiba, Pemkab Klaten Minta Pelaku Wisata Tetap Terapkan Protap

Para pelaku objek wisata yang mulai membuka usaha mereka diingatkan untuk tak kecolongan dalam memberlakukan protokol tetap (protap) kesehatan secara ketat. Hal itu terutama selama libur panjang akhir pekan ini mulai Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (01/11/2020).

Satuan tugas (Satgas) di tingkat RT, RW, desa hingga kecamatan juga diminta ikut mengawasi penerapan protokol kesehatan di objek wisata di Klaten agar tak timbul klaster baru persebaran Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho, menjelaskan pemkab sudah mengeluarkan SE terkait penyelenggaraan pariwisata di masa pandemi.

SE itu seperti SE No 443.1/477/13 tentang Pelaksanaan Tatanan Normal Baru dalam Penyelenggaraan Kepariwisataan Pada Masa Pandemi Covid-19 di Klaten. SE itu tertanggal 4 Agustus 2020 dan ditandatangani Bupati Klaten.

Baca Juga:  Rumah Sakit Rujukan Di Sukoharjo Diminta Tambah Ruang Isolasi Covid-19, Ada Apa?

Sejumlah objek wisata yang mulai buka sejak terbit SE itu di antaranya Candi Plaosan, Candi Sojiwan, serta Bukit Cinta Watu Prahu. Saat SE itu terbit, pemkab belum membolehkan objek wisata air buka.

Belakangan, pemkab membuka izin bagi para pelaku usaha wisata air untuk membuka usaha mereka dengan syarat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Izin diberikan setelah keluar SE Bupati Klaten No 443.1/629 113 tentang Pembukaan Objek Wisata Tirta pada Masa Pandemi Covid-19 di Klaten. SE tertanggal 26 Oktober 2020 itu ditandatangani Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko. Ketentuan yang harus dipatuhi para pelaku usaha wisata air diatur dalam SE tersebut.

“Kami sudah mengoordinasikan dengan para pelaku wisata setelah terbitnya SE agar dalam rangka libur panjang menaati betul disiplin protokol kesehatan,” kata Nugroho.

Baca Juga:  Jika Tak Patuhi Prokes, FX Rudy Bakal Ancam Tutup Warung Makan Selama Sebulan

Nugroho meminta agar tim satgas yang sudah dibentuk oleh masing-masing pelaku objek wisata bekerja semaksimal mungkin untuk memastikan protokol kesehatan betul-betul ditaati oleh seluruh orang yang ada di lokasi objek wisata.

Satgas objek wisata itu juga diminta berkoordinasi dengan tim satgas dan petugas medis setempat.

“Harapan kami apabila mematuhi protokol yang ada, mudah-mudahan tidak timbul klaster baru dari wisata. Semua petugas, pelaku usaha, dan pedagang harus bergerak bersama-sama termasuk mengedukasi kepada pengunjung. Pelaku objek wisata kami minta membuat laporan secara berkala ke Disparbudpora Klaten untuk evaluasi,” kata Nugroho

Tags: , ,