Mahasiswa UNS Demo di Masa Covid-19

Mahasiswa UNS Demo

Aspirasi merupakan bagian demokrasi yang ada di Indonesia, menyuarakan aspirasi bagi kalangan mahasiswa itu hal wajar dan telah diatur undang-undang.

Badan Eksekutif Mahasiswa UNS beserta beberapa mahasiswa melakukan demo terkait dampak dari covid-19. Beberapa spanduk kritikan yang seolah mengusik alumni UNS juga terpampang jelas, yang bertuliskan Univeristas Ngaweh Susah yang seolah memplesetkan akronim UNS.

Tidak hanya itu, almamater UNS juga dipajang dan dibuatkan tulisan harga, seolah almamater diperjualkan karena ada covid-19, ini mengundang prihatin para dosen, mahasiswa lain, dan alumni. Beberapa tulisan di media sosial dari alumni dan dosen pun membanjiri aksi demo tersebut. Salah satu peserta demo mengatakan bahwa ketua BEM yang berasal dari FISIP.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Guru, Staff dan Siswa Sekolah Jalani Rapid Test Sebelum dan Sesudah PTM

Ibu Dr. Kristina Setyowati, M.Si., selaku wakil dekan bidang kemahasiswa dan alumni (stakeholder) dari FISIP telah dihubungi lewat whatsapp pada hari ini (21 Juli 2020) belum memberikan respon kepada media soloraya.id perihal tanggapannya mengenai aksi demo mahasiswa, beliau menyampaikan akan memberikan jawaban setelah selesai mengadakan rapat PKKMB.

Berdasarkan hasil info yang didapat bahwa, mahasiswa melakukan demo dengan tuntutan agar pihak kampus memberikan kelonggaran uang kuliah tunggal (UKT) akibat adanya dampak covid-19 terhadap perekonomian.

Penyampaian aspirasi mahasiswa di tengah covid-19, sebagai bentuk kepedulian dan empati atas dampak pandemi terhadap perekonomian. Namun penyampian aspirasi ini seharusnya tidak mencederai nama baik almamater UNS seperti yang tertulis di surat pribadi seorang dosen kepada mahasiswa yang telah tersebar di media sosial. **

Tags: , ,