Malam Kedua, SIPA Suguhkan Karya “Kemanusiaan”

Perhelatan Solo International Performing Arts (SIPA) 2020 “Recognition and Acceleration” malam kedua, Jumat (11/09/2020),  telah berlangsung. Penampilan karya seni dari delegasi delegasi dunia kembali meramaikan perhelatan yang tahun ini digelar secara virtual lewat kanal YouTube SIPA Festival.

Acara dimulai tepat pukul 17.00 WIB dan dibuka oleh delegasi dari Mexico, Tranze Danza Contemporánea, yang menampilkan karya berjudul “Detached” yang megisahkan tentang perilaku manusia yang berkembang terhadap habitat, lingkungan, dan zona geografisnya yang digambarkan dalam gerak tari yang diberi nama “Left or Right.”

Selain itu ada pula penampilan dari delegasi-delgasi negara-negara lain, diantaranya ada  Gao Weijie dari Tiongkok, Vnam Band dari Vietnam, Karen Keyhani dari Iran dan masih banyak lagi yang menghadirkan karya-karya dari tarian kontemporer dan karya musik.

Tak terlupakan juga delegasi-delegasi dari dalam negeri, seperti Alisa Soelaeman Danceworks dari Jakarta, Gangsadewa Ensemble dari Yogyakarta dan juga dari tuan rumah ada Rambat Yulianingsih yang menampilkan karya berjudul “Kasetyan Jati” yang memberikan makna siapapun yang tidak tahu apa-apa, tidak bisa mengasihi siapapun dan orang yang mengerti banyak hal bisa mengasihi.

Baca Juga:  Dinkes Solo Kesulitan Tracing Kontak Pedagang Soto yang Tertular Covid-19

Karya tari tradisional ini disuguhkan dalam bentuk video dengan alunan musik siter khas Jawa dan seruling ditambah pesinden yang ikut menambah suasana artistik.

Kemudian ada Mekratinungrum Hapsari yang juga dari Solo dan tampil secara live di lokasi siaran, Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) yang menghadirkan karya berjudul “Selanjutnya.” Penampilan yang terdiri dari 4 penari wanita ini menari dalam untaian tali yang dibentuk seperti sebuah pola.

Dalam acara ini juga ada sesi penjualan barang seni dan juga berbincang dengan tamu VIP via aplikasi Zoom, sesi penjualan barang seni dan pojok donasi sebagai bentuk solidaritas kepada para pekerja seni yang terimbas krisis yang diakibatkan wabah corona ini.

Selain itu juga ucapan selamat dari beberapa tokoh terkemuka, salah satunya dari Sekjen IOV  UNESCO-NGO untuk kawasan Asia, Moon Hyung Suk yang memberikan harapan agar SIPA ini berjalan sukses meskipun perheletannya kali ini dilakukan secara daring

Baca Juga:  Dua Pelajar Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Truk Satpol PP Sukoharjo

“Solo memberikan kesan  spesial tersendiri buat saya, dan meskipun SIPA kali ini dilakukan secara daring,  saya berharap  kita bisa tetap membangun kerja sama lebih lagi di masa yang akan datang.” Ungkapnya lewat video

SIPA 2020 kali ini berkolaborasi dengan delegasi-delegasi yang lebih banyak, total ada 59 delegasi dari 16 negara termasuk Indonesia, dan dari 59 delegasi itu hanya 8 delegasi yang tampil secara Live di TBJT.

Karena situasi pandemi dan himbauan dari Pemkot Solo untuk tidak menggelar acara yang bersifat mengumpulkan kerumunan besar, maka panitian SIPA tahun ini tidak menerima penonton umum.

Di akhir acara juga diumumkan pemenang dari kompetisi TikTok yang diadakan oleh panitia SIPA untuk menambah kemeriahan. Muncul sebagai  pemenang adalah Nabil Hidayat dari Bandung.

Tags: , , ,