Mantan Kasir Koperasi di Colomadu, Diduga Gelapkan Dana Rp 9,3 Miliar

Mantan Kasir Koperasi di Colomadu, Diduga Gelapkan Dana Rp 9,3 Miliar

Satreskrim Polres Karanganyar mengamankan PL (28), seorang kasir Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tiga Pilar Makmur (TPM) yang terletak di Jalan Adi Soemarmo RT 1 RW 2 Desa Tohudan, Colomadu, Karanganyar, karena diduga melakukan penggelapan dalam jabatan milik koperasi tersebut.

Akibat ulah LP, KSP TPM mengalami kerugian senilai Rp 9,3 miliar. PL diduga sudah melakukan aksinya sejak 2018 hingga 2020.

AKP Tegar Satrio Wicaksono selaku Kasat Reskrim Polres Karanganyar menjelaskan bahwa polisi sudah mengantongi dua alat bukti, yaitu keterangan saksi dan hasil audit internal selama kurun waktu Februari 2018 hingga Agustus 2020.

Saat menggelar jumpa pers di kantor Satreskrim Polres Karanganyar pada hari Kamis (1/4/2021) kemarin, Tegar menuturkan, “Tersangka ditangkap di rumahnya. Modusnya mengambil selisih biaya operasional. Pelaku membuat laporan keuangan. Di situ total pengeluaran lebih besar daripada rincian keuangan sehingga ada selisih penggunaan. Selain itu, tersangka melakukan mark up pengajuan gaji karyawan. Pengajuan gaji tidak sesuai nilai gaji yang diberikan kepada karyawan”.

Baca Juga:  Digelar Hybrid dari Solo, IMF 2021 Usung Tema Kebhinekaan

Tegar menjelaskan, “Desember 2020 itu KSP TPM mengetahui kejanggalan laporan keuangan. Pengeluaran koperasi meliputi biaya operasional dan gaji karyawan tidak seusai. KSP TPM membentuk tim audit internal. Hasilnya ditemukan dugaan penggelapan uang koperasi seperti penjelasan saya tadi”.

Sebelumnya, KSP TPM telah melaporkan kasus dugaan penggelapan dana koperasi itu pada hari Kamis (25/3/2021) lalu.

Selain menetapkan satu orang perempuan sebagai tersangka, Tegar juga menyampaikan bahwa polisi masih akan mendalami keterlibat orang lain dalam kasus tersebut.

“Sementara masih kami dalami, apakah mengarah kepada tersangka lain. Kami menduga tersangka tidak menikmati hasil ini sendiri. Uang (diduga hasil penggelapan) digunakan untuk keperluan pribadi. Kami sedang mendalami apabila tersangka membeli beberapa aset. Kalau terbukti akan kami sita,” ujarnya.

Baca Juga:  Digelar Hybrid dari Solo, IMF 2021 Usung Tema Kebhinekaan

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, PL pun dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.

Tags: , ,