Mantan Napi Kasus Bom Bali Ajukan Permintaan Khusus Kepada Gibran, Apa Itu?

Mantan Napi Kasus Bom Bali Ajukan Permintaan Khusus Kepada Gibran, Apa Itu?

Joko Tri -mantan narapidana kasus terorisme kasus bom Bali tahun 2002- meminta secara khusus kepada calon Wali Kota Solo nomer urut satu yakni Gibran, untuk memberikan ruang kepada dirinya agar bisa aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.

Menurut Jojo, kegiatan yang sudah aktif dilakukan beberapa tahun terakhir melalui Yayasan Gemassalam.

Joko dan kawan-kawan yang berada dalam Yayasan Gemassalam tersebut telah ikut andil untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Para mantan narapidana kasus khusus yakni kasus terorisme tersebut membuat masker lalu membagikannya kepada warga. Tercatat sekitar 2.000 masker sudah dibagikan, termasuk paket bahan kebutuhan pokok (sembako).

Pada hari Senin (23/11/2020) yang lalu, Tri Joko mengatakan, “Saya mantan napiter bom Bali. Oleh Pak Rudy kami diberi ruang untuk membentuk Yayasan Gemassalaam. Saat pandemi saya dan teman-teman menyumbang masker 2.000 potong dan membantu paket sembako”.

Baca Juga:  Ada Wacana PPKM Diperpanjang, Ini Kata Bupati Karanganyar

Meski ia telah menjalani masa hukuman selama empat tahun penjara karena perbuatannya dan menyatakan sudah kembali kepada NKRI.

Namun, ternyata di kalangan masyarakat masih terjadi penolakan dengan stigma yang negatif.

Joko menambahkan, “Harapan kami pemerintah membantu kembali ke masyarakat. Karena masih terjadi penolakan dan stigma negatif”.

Menurutnya, saat ini sudah ada 42 orang eks napi yang kembali ke NKRI.

Mereka kini terlibat usaha ternak lele dan kambing secara bersama-sama.

Pihaknya meminta kepada Gibran untuk tidak menyingkirkan para eks napiter, melainkan merangkul mereka untuk bisa membaur dengan masyarakat.

Ia juga berharap kelak bila Gibran menjadi Wali Kota Solo bisa menjadi pemimpin yang amanah.

Baca Juga:  Jokowi Tak Akan Hadir di Pelantikan Gibran

Pada kesempatan tersebut, Gibran sendiri mengaku sudah tiga kali membeli di warung yang dikelola oleh Yayasan Gemassalam di Penumping Laweyan Solo.

Dia menekankan prioritas upaya pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19 tahun 2021.

Gibran juga menyampaikan bahwa komitmennya untuk menggeliatkan UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi kota.

Menurutnya, ekonomi Kota Solo tidak hanya berasal dari sektor perhotelan dan perbelanjaan modern saja, melainkan juga UMKM dan pasar tradisional.

Untuk kedepannya para pelaku UMKM juga akan didampingi dalam hal pengemasan dan pemasaran agar bisa naik kelas.

Tags: , ,