Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi Akan Segera Dibangun

Masjid Hadiah Pangeran Abu Dhabi untuk Jokowi Akan Segera Dibangun

Untuk informasi, masjid pemberian Pangeran Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo rencananya bakal segera dibangun di Kota Solo.

Replika Grand Mosque Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), itu akan mulai dibangun di pada akhir pekan ini. Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga menyiapkan lahan baru untuk pembangunan Islamic Center.

Hidayat Maskur selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Solo menyampaikan bahwa desain masjid akan dibuat seperti Masjid Sheikh Zayed yang ada di Abu Dhabi.

Pada hari Rabu (3/3/2021) kemarin, Hidayat menuturkan, “Dari desain dibuat sama, yang membedakan hanya ukurannya saja yang lebih kecil”.

Pembangunan masjid di lahan bekas Depo Pertamina tersebut rencananya akan selesai dalam waktu 3 tahun.

“Besok Sabtu baru groundbreaking dan dilanjutkan pembangunan. Untuk pembangunan maksimal 3 tahun, kemungkinan kurang dari itu karena semua dana sudah disiapkan dari sana (UEA)”, ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Solo itu menjelaskan, masjid tersebut akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, tempat rapat serta tempat pengembangan Agama Islam.

Masjid dengan desain megah itu diprediksi mampu menampung 12 ribu jemaah. Menurutnya, pembangunan masjid itu merupakan simbol persahabatan dan kerjasama antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, masjid di atas tanah seluas 2,9 hektare itu juga akan difungsikan sebagai Islamic Center. Namun kini Islamic Center akan ditempatkan di lokasi berbeda.

Islamic Center diperkirakan membutuhkan lahan 4 hektare. Ada beberapa calon lokasi yang disiapkan, salah satunya di Kelurahan Mojo.

Sementara itu Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Solo menambahkan bahwa pembangunan masjid akan disusul dengan pembangunan Islamic Center.

Gibran sedang mencari lahan untuk Islamic Center tiu di sekitar kampus Universitas Sebelas Maret.

Gibran mengatakan, “Perlu lahan sekitar 2 atau 3 hektar”.

Menurutnya, pelibatan akademisi dalam pengelolaan Islamic Center menjadi alasannya dalam memilih lokasi pembangunan. Dia mengaku telah melakukan survey untuk lahannya.

“Ada alternatif juga di daerah Mojosongo,” tandasnya.

“Kita dekatkan dengan kampus, nantinya kita berharap yang mengelola pihak akademisi. Bisa di Kentingan, dekat UNS”, tambahnya.

Tags: , ,