Masker versus Face Shield

Masker dan Face Shield

Surakarta, SOLORAYA.ID – Perlindungan diri untuk meminimalkan tertular Covid-19 dapat dilakukan dengan menggunakan masker atau face shield baik di dalam rumah atau ketika pergi ke suatu tempat yang banyak orang.

Penggunaan masker saat ini ketika ke luar rumah wajib digunakan, bahkan pemerintah saat ini mengarahkan aparatur negara untuk turut mengawasi penggunaan masker.

Saat ini penjualan masker sudah menjamur dimana-mana semenjak Covid-19 mewabah. Harga masker bervariasi yang
ditawarkan penjual tergantung model dan bahan.

Alat proteksi diri dari virus ini pun saat ini tidak hanya masker seperti yang biasa dipakai, namun ada juga face shield. Perbedaan mendasar antara keduanya terlihat dari bentuk, ukuran, dan caranya melindungi pengguna, tentunya harga berbeda.

Baca Juga:  LPPM UNS Solo Lockdown 10 Hari Imbas 2 Pejabat Meninggal Positif Covid-19

Sebenarnya efektif mana dalam memproteksi pengguna dari keduanya? Hasil riset dari Journal of Occupational and Environmental Hygiene di tahun 2014, face shield pertama diujicobakan ke robot yang dibuat memiliki nafas sungguhan. Uji coba ini dilakukan di National Institute for Occupational Safety and Health. Hasil percobaan membuktikan antar robot yang diprogram untuk batuk bisa terlindung jika jarak antar robot lebih dari 50 cm.

Bagimana dengan masker kain yang umumnya digunakan masyakat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan bahwa masker yang lebih baik digunakan adalah jenis masker respirator N95. Jenis masker ini memang umumnya digunakan tim medis yang kontak langsung dengan pasien Covid-19.

Baca Juga:  Eks Dirut PNRI Selesai Diperiksa KPK Terkait Kasus e-KTP

Hasil studi Disaster Medicine and Public Health Preparedness di 2013, menunjukkan bahwa masker kain juga dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mencegah virus dan tentunya harus tetap memperhatikan kebersihan dan menjaga jarak dengan orang lain.

Jaga diri anda, hindari terlalu lama di kerumunan dan gunakan selalu masker. Bila perlu gunakan keduanya jika memungkinkan, ungkap Baliley dokter spesialis pencegahan infeksi dari St. Joseph Hospital dan Mission Hospital California AS. **

Tags: ,