Masyarakat Diminta Tetap Siaga Terkait Kondisi Merapi

Masyarakat Diminta Tetap Siaga Terkait Kondisi Merapi

Seperti yang diketahui, sejak 5 November 2020 silam, status Gunung Merapi meningkat menjadi siaga sampai saat ini.

Meski para pengungsi Desa Balerante dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang sudah kembali ke rumah masing-masing.

Namun mereka diminta untuk tetap siaga, dengan memantau terus kondisi gunung yang berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah itu.

Pada hari Minggu (25/4/2021), Nur Tjahjono Suharto selaku Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mengatakan, “Sampai saat ini levelnya masih siaga, sehingga status tanggap darurat belum kami turunkan. Memang selama ini arah luncuran gugurannya ke barat daya. Tapi kami juga perlu mengantisipasi jika ke tenggara”.

Nur menjelaskan bahwa fenomena munculnya kubah baru yang berada di tengah puncak tumbuh dengan lambat.

Namun, dampak yang ditimbulkan untuk wilayah mengarah ke perbatasan Sleman-Klaten bisa jadi tidak sekarang.

Dengan begitu, ia mengingatkan kesiapsiagaan masyarakat di lereng perlu ditingkatkan, yaitu dengan terus memantau aktivitas Gunung Merapi.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa BPBD Klaten masih mengacu terhadap rekomendasi yang dikeluarkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja.

Terutama mengenai potensi dari bahaya guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara yaitu Sungai Gendol sejauh 3 km.

Sementara itu, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif bisa menjangkau radius 3 km dari puncak. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya tersebut.

“Kami tetap melakukan pengamatan terhadap aktivitas Merapi, dengan memperhatikan parameter-parameter yang digunakan BPPTKG. Apalagi sampai saat ini status Merapi belum juga diturunkan,” terangnya.

Tags: , ,