Masyarakat Miskin Sragen Dapat Modal Usaha Rp 4 Juta

Masyarakat di Kabupaten Sragen menyerbu Gedung Kartini Sragen yang terletak di Jl Sukowati Barat, Sragen Kota untuk mendapatkan makanana ringan dan bantuan langsung dari Pemerintah Kabupaten Sragen, berupa  bantuan usaha ekonomi produktif (UEP) senilai Rp 4 juta per keluarga. Para penerima bantuan itu merupakan keluarga rawan sosial ekonomi (KRSE).

Para warga penerima bantuan ini juga yang  terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau data kemiskinan dan saa memasuki Gedung Kartini duduk antre di kursi yang berjajar dan bersaf dengan jarak 1 meter antarkursi. Sebelum masuk gedung, mereka wajib cuci tangan, pakai masker, dan diperiksa suhu tubuhnya. Mereka duduk untuk menunggu panggilan dari petugas.

Ada empat meja yang disiapkan Dinas Sosial (Dinsos) Sragen untuk memanggil berdasarkan nama dan alamat masing-masing penerima bantuan itu. Setiap meja mewakili wilayah eks-kawedanan dan ditempatkan 2-3 petugas yang membantu pemanggilan dan pemberian bingkisan serta presensi penerimaan bantuan. Setelah presensi mereka pun pulang. Kerumunan sempat terjadi tetapi hanya dalam durasi singkat.

Sartini, 43, warga Desa Keden, Kalijambe, Sragen, terlihat semringah sembari menentang tas berwarna merah putih dan kardus kecil berisi makanan ringan. Ia jauh-jauh naik motor dari Kalijambe ke Sragen yang ditempuh dalam waktu lebih dari satu jam.

Baca Juga:  Dalam Sepekan, Aktivitas Merapi Mengalami Kegempaan Tinggi dan Perubahan Morfologi Puncak

Ia memiliki usaha jahit seragam sekolah dengan satu mesin jahit. Dalam sebulan penghasilannya tidak menentu, rata-rata senilai Rp1 jutaan. Suaminya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya mengajukan proposal ke dinas. Alhamdulillah disetujui. Uang Rp4 juta itu akan saya gunakan untuk membeli mesin obras dan satu mesin jahit lagi untuk meningkatkan usaha. Saya buka usaha itu sudah lima tahun, biasanya jahit seragam sekolah,” ujar Ibu dari tiga orang anak ituRabu (16/9/2020) siang.

Warga Jurangjero, Karangmalang, Sragen, Rebo, 53, juga menjadi warga kurang mampu yang mendapat bantuan Rp4 juta itu. Laki-laki single parent yang menghidupi dua orang anak itu berencana mengembangkan warung kelontong miliknya. Ia sudah memiliki warung tetapi kecil sejak dua tahun lalu dan hasilnya pas-pasan.

Demikian halnya, Ratno, 47, warga Kedungringin, Jenar, juga datang mengambil bantuan Rabu siang itu. Ratno yang bekerja sebagai buruh serabutan itu belum meminilki usaha di rumah. Dengan bantuan Rp4 juta itu, Ratno berencana untuk membeli kambing dan dikembangbiakan.

Baca Juga:  Meski Ditutup Sebagian, Aktivitas Ekonomi Sekitar Pasar Gede Solo Masih Jalan

“Ya, nanti sedapatnya. Kerja serabutan itu tidak menentu. Biasanya per hari hanya dapat Rp20.000 untuk buruh di kebun tebu. Istri, ibu rumah tangga di rumah yang menghidupi tiga orang anak. Kami senang bisa mendapat bantuan untuk modal usaha,” ujarnya.

Ditemui oleh media, Nunuk Sri Rejeki selaku Kepala Bidang Penangqanan Fakir Miskin (Kabid PFM) Dinas Sosial Kabupaten Sragen menjelaskan bahwa bantuan per orang sebesar Rp 4 Juta ini diberikan sekaligus lewat transfer rekening untuk bantuan modal usaha

”Perorang Rp 4 juta diberikan sekaligus lewat transfer rekening untuk bantuan modal usaha. Jenis usaha kecil-kecil apapun jika proposal disetujui bisa menerima. Tapi mereka sudah punya embrio usaha atau sudah punya bibit usaha,” terang Nunuk, Rabu (16/9).

Terhitung ada sekitar 204 warga Kabupaten Sragen yang menerima bantuan UEP ini.

Incoming search terms:

  • bantuan umkm sragen terkini
  • data bantuan umkm kalijambe
Tags: , ,