Mengenal Dunia Investasi dan Pentingnya untuk Masa Depan

Kebanyakan orang biasanya masih belum paham sebuah investasi dan beranggapan bahwa investasi itu selalu dikaitkan dengan penggelapan uang. Kali ini Soloraya.id menemui sosok pengusaha milenial yang sudah berkecimpung dalam dunia investasi untuk meluruskan segala anggapan yang melenceng dari sebuah investasi.

Dani Kusuma, 29, adalah seorang pengusaha milenial Solo dengan segudang pengalaman berinvestasi. Dani menjelaskan bahwa pada dasarnya investasi adalah kegiatan untuk mengharapkan suatu timbal balik dari uang atau aset yang diletakkan di suatu tempat.

Bedanya dengan bisnis secara umum, tentunya dalam berbisnis seseorang harus sepenuhnya aktif dalam mengikuti kegiatan operasional dalam unit bisnisnya. Sedangkan investasi, seseorang meletakan sejumlah uang/aset dan membuatnya bekerja untuk dirinya, salah satunya investasi berupa saham.

“Jika seseorang bernivestasi dalam bentuk saham, tentunya dia tidak harus bekerja tapi saham itu yang akan naik atau turun.” Jelas Dani dalam wawancaranya dengan Soloraya.id di Kadja Café & Flower, Rabu (14/10/2020).

Ia menekankan bahwa investasi sendiri bisa dalam bentuk benda, seperti tanah dan bangunan, maupun yang tidak terlihat, seperti; deposito, saham, obligasi dan masih banyak lainnya.

Baca Juga:  Perkenalkan Seni Wayang Suket, 2 Seniman Muda Siap Tour 20 Kota/Kabupaten Se-Jawa

Sebelum melakukan investasi, seseorang harus memperhatikan legalitasnya jika investasi tersebut berupa benda. Sebagai contoh jika berinvestasi dalam bentuk tanah maka seseorang harus melihat kondisi tanah terlebih dahulu, serta sertifikat hak milik dan sertifikat-sertifikat lainnya yang diakui oleh negara juga tersedia. Namun jika seseorang bernivestasi dalam bentuk saham, seseorang harus memastikan bahwa saham tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada dasarnya, semua orang bisa melakukan investasi dengan kondisi keuangan apapun. Sebagai contoh seorang karyawan yang menerima upah setiap bulannya harus berkomitmen untuk menyisihkan dananya minimal 30 persen dari gaji yang dia terima setiap bulannya untuk investasi. Dalam hal ini, seseorang bisa langsung membeli sebuah saham atau bisa ditabung terlebih dahulu sampai beberapa tahun kemudian uang sudah terkumpul kemudian digunakan untuk membeli tanah.

“Semua orang bisa membeli investasi, tidak hanya mereka yang memiliki uang banyak”, jelas Dani.

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa dengan pendapatan yang dimiliki saat ini dirasa kurang untuk bisa menyisihkan uang untuk dimasukan dalam investasi karena alasan kebutuhan sehari-hari, padahal investasi itu sangat penting untuk jangka panjang. Jika dirasa menyisihkan 30 persen dari penghasilan sulit, bisa dimulai dengan presentase terkecil dari penghasilan.

Baca Juga:  Penyelidikan Masih Bekerja, Pelaku Pembunuhan Yulia Lebih Dari Satu Orang?

“Menurut saya investasi itu sangat penting karena kedepan kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada tingkat inflasi pada suatu negara. Sebagai contoh saat krisis ekonomi tahun 1998, mereka yang tidak berinvestasi kaget dengan hal tersebut. Jadi kita bisa belajar dari sejarah, karena pada dasarnya nilai inflasi itu bisa naik, maka mau tidak mau untuk menjaga nilai asset kita, kita harus berinvestasi”, jelasnya.

Tidak dipungkiri juga masih banyak yang menjadi korban dari investasi bodong. Dani menyebutkan hal ini dikarenakan banyak yang termakan investasi bodong karena ditawari oleh temannya sendiri atau terbuai dengan keuntungan yang tidak masuk akal, misalnya keuntungan bisa didapat 100 persen dan sebagainya.

Maka dari itu, Dani memberikan tips bagi siapapun yang akan berinvestasi harus mempelajari hal-hal fundamental dari sebuah investasi yang sudah disebutkan sebelumnya.

Tags: , ,