Meski Besaran UMK Solo 2021 Naik, Apindo dan Buruh Sama-Sama Kecewa

Meski Besaran UMK Solo 2021 Naik, Apindo dan Buruh Sama-Sama Kecewa

Pada sebelumnya, Apindo Solo berharap pemerintah membuat kebijakan upah minimum kabupaten/kota (UMK) Solo sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang menyamakan upah minimum (UMP) 2021 dengan UMP 2020.

Kenaikan UMK Solo bisa dikaji ulang bila kondisinya sudah memungkinkan.

Namun, keputusan penetapan UMK 2021 yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Jateng yakni Ganjar Pranowo, belum memuaskan serikat buruh Solo dan Apindo.

Wahyu Rahadi selaku Ketua KSPSI Kota Solo menyampaikan bahwa kecewa dengan keputusan kenaikan upah minimum sebesar 2,945 persen atau naik menjadi Rp 2.013.810. KSPSI berpegang kenaikan UMK Solo sebanyak 5,89 persen.

Pada hari Minggu (22/11/2020) kemarin, Wahyu mengatakan, “Harapan kami mesti besar 5,89 persen. Saya rasa itu realistis. Apalagi UMK Solo dibandingkan dengan UMK Semarang sangat jauh. Sama-sama Jawa Tengah dan sama-sama kota besar di Jawa Tengah”.

Wahyu menerangkan bahwa kenaikan UMK menjadi Rp 2.013.810 lebih kecil dibandingkan kenaikan UMP Jawa Tengah 3,27 persen.

Baca Juga:  Dukung Gibran di Pilkada Solo 2020, Akbar Tanjung Beri Pesan Khusus. Apa Itu?

Kenaikan sebesar 3,27 persen sebenarnya bukan kenaikan secara riil.

Ia menjelaskan, “Upah teman-teman sama saja secara riil. Itu sama tahun-tahun lalu. Dan kalaupun tahun depan semakin besar inflasinya akan semakin berat bagi teman-teman dengan upah segitu”.

Pihaknya berharap, semua pihak yang berkepentingan termasuk pemerintah melihat kesenjangan upah minimum di Jawa Tengah.

Serikat buruh di Kota Solo telah memiliki kinerja yang baik dalam situasi dan kondisi terkini.

Wahyu menambahkan, “Kawan-kawan buruh sebenarnya paling top dalam dunia perburuhan. Tidak banyak melakukan demo. Kami bekerja sama. Tapi ketika itu dilakukan kenapa upah kawan-kawan malah sangat rendah? Serikat pekerja progresif dan berani justru upahnya menjadi lebih baik. Ini menjadi catatan penting bagi kawan-kawan pekerja/buruh Solo”.

Sementara itu, Sri Sartono Basuki selaku Wakil Sekretaris Apindo Solo menyampaikan bahwa kenaikan UMK Solo merupakan simalakama bagi dunia usaha.

Baca Juga:  Soal UMK 2021, Perusahaan Di Karanganyar Belum Ajukan Penangguhan

Kondisi pandemi Covid-19 memberatkan bagi semua pihak berkepentingan.

Sartono menjelaskan, “Ketika gubernur sudah memutuskan seperti itu. Kalau kami menolak berarti kan mengajukan keberatan dengan segala aturan yang berlaku. Ini sebuah dilema. Jadi konteks Apindo menunggu DPP Apindo Jawa Tengah. Menunggu perkembangannya seperti apa?”.

Menurutnya, pihak perusahaan akan realistis dengan melakukan efisiensi. Perusahaan akan mengurangi biaya yang tidak perlu dan melakukan rasionalisasi yang tidak produktif.

Ia menambahkan, “Kalau bicara Solo lebih banyak UKM (Usaha Kecil Menengah) dan IKM (Industri Kecil Menengah). Solo lebih banyak toko-toko. Kami berharap dunia usaha tetap jalan supaya enggak banyak pengangguran. Kalau banyak pengangguran kriminalitas naik. Ini yang kami takutkan bikin situasi tidak kondusif,” tutupnya.

Tags: , ,