Mobil dengan Pelat Palsu Terekam Kamera Tilang Elektronik di Solo

Mobil dengan Pelat Palsu Terekam Kamera Tilang Elektronik di Solo

Seperti yang diketahui, Satlantas Polresta Solo telah resmi menggunakan sistem tilang elektronik (ETLE) yang diberlakukan sejak 23 Maret 2021.

Penggunaan kamera tilang elektronik bertujuan untuk menangkap pelanggaran yang dilakukan di jalan raya seperti, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak mematuhi rambu lalu lintas dan yang lainnya.

Terkait kamera tilang elektorik tersebut, polisi berhasil mengungkap kendaraan yang diduga menggunakan pelat nomor palsu.

Dalam keterangan resmi Satlantas Solo pada hari Rabu (7/4/2021), menyatakan, “Pada Rabu (31/3/2021) jam 07:58:36 WIB terpantau rekaman kamera CCTV ETLE ada mobil Calya warna hitam dengan nomor polisi AD 8693 AS sedang melanggar dengan pelanggaran pengemudi tidak memakai sabuk pengaman”.

Lalu pihak kepolisian mengirimkan surat konfirmasi sesuai dengan alamat yang diketahui dari pelat nomor kendaraan.

Pelanggaran tersebut tertangkap kamera ETLE di depan Solo Square Mall.

Setelah melakukan konfirmasi, ternyata pemilik kendaraan Calya merasa tidak melintasi jalan Slamet Riyadi depan Solo Square pada hari dan tanggal yang telah tertulis di surat konfirmasi pelanggaran yang telah dikirimkan.

Sekitar pukul 15.00 WIB, petugas berhasil menjaring sosok yang diduga memalsukan pelat nomor tersebut di Sadion R Maladi, Jalan Bhayangkara.

“Lalu dilakukan pengecekan surat kelengkapan mobil dan keaslian kepemilikan kendaraan, ternyata pelat palsu”, jelas Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra.

Ternyata pelat nomor yang digunakan tidak sesuai dengan STNK yang dibawanya.

Pengendara selanjutnya diamankan di Satlantas untuk diserahkan ke Sat Reskrim Polresta Surakarta untuk diproses lebih lanjut.

Menurut pelanggaran yang dilakukan, tilang elektronik mencatat adanya pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan menggunakan pelat nomor palsu.

Berdasarkan Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ), pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman akan dikenakan sanksi kurungan paling lama 1 bulan atau denda RP. 250.000.

Sedangkan untuk penggunaan pelat nomor palsu, dalam pasal 280 dijelaskan jikia menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai dengan dokumen maka akan mendapat pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Tak sampai disitu, apabila polisi menemukan adanya indikasi pemalsuan STNK atau pelat nomor kendaraan, maka akan dilakukan penilangan sampai proses pidana terkait pemalsuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tags: , ,