Mulai 5 Februari, Layanan Ge-Nose Test Tersedia di Stasiun

Mulai 5 Februari, Layanan Ge-Nose Test Tersedia di Stasiun

Sebagai informasi, mulai 5 Februari 2021 mendatang, layanan pemeriksaan Ge-Nose test akan tersedia secara bertahap di stasiun.

Supriyanto selaku Manajer Humas PT KAI Daops VI Yogyakarta menyampaikan bahwa aturan tersebut sesuai Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam masa Pandemi Covid-19.

Pelanggan kereta api atau KA jarak jauh diharuskan untuk menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan Ge-Nose Test atau tes cepat antigen atau tes PCR yang menyatakan negatif Covid -19 sebelum melakukan perjalanan.

Terkait Ge-Nose Test, pada hari Jumat (29/1/2021) kemarin, Supriyanto menuturkan, “Layanan Ge-Nose test baru 5 Februari mendatang secara bertahap”.

Surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari pemeriksaan Ge-Nose test atau tes cepat antigen atau tes PCR tersebut, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan.

Baca Juga:  Dishub Solo: Transportasi Dalam Kota Tetap Jalan

Persyaratan tersebut tidak diwajibkan bagi pelanggan yang berusia di bawah 12 tahun.

Sementara itu, Joni Martinus -VP Public Relations KAI- juga menjelaskan bahwa terkait layanan tersebut masih dalam tahap persiapan bersama pihak Universitas Gadjah Mada dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Joni menyebut, pada tahap awal, layanan tersebut rencananya akan disediakan di Stasiun Gambir dan Yogyakarta terlebih dahulu.

Seperti yang diketahui, saat ini KAI telah menyediakan layanan tes cepat antigen di 46 stasiun.

Pelanggan yang ingin melakukan tes tersebut di stasiun diharuskan menyiapkan tiket KA jarak jauh atau kode booking yang sudah dibayarkan lunas dan kartu identitas asli.

Sebanyak 46 stasiun tersebut adalah Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, Pekalongan, Cepu, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Kroya, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan.

Baca Juga:  Komandan FUI Medan Jadi Tersangka Pembubaran Jaran Kepang

Lalu Stasiun Purwosari, Klaten, Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Mojokerto, Tulungagung, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Jember, Ketapang, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau, Muara Enim, Prabumulih, Tebing Tinggi, Tanjungkarang, Kotabumi, Martapura, dan Baturaja.

Seperti yang diketahui, Ge-Nose Test merupakan alat pendeteksi Covid-19 buatan ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digawangi oleh Dr. Kuwat Triyana dan dikembangkan bersama dengan PT. Swayasa Prakarsa di bawah dukungan UGM Science Techno Park.

Ge-Nose merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk pendeteksian Covid-19 melalui hembusan nafas yang aplikasinya terhubung dengan sistem cloud computing untuk mendapatkan hasil diagnosis secara real time.

Hanya dalam hitungan cepat, sesaat seseorang setelah bernafas dengan sensitifitas 90%, spesifitas 96%, akurasi 93%, dengan PPV 88%, dan NPV 95%.

Tags: , ,