Museum Keraton Solo Kembali Dibuka Dengan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Museum Keraton Solo Kembali Dibuka Dengan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Pada hari Minggu (08/11/2020) kemarin, Museum Keraton Surakarta dibuka kembali.

Sebelumnya, Museum Keraton Surakarto pernah berencana buka ketika masa pandemi, namun gagal karena di kawasan Pasar Gemblegan ada yang terpapar Covid-19.

KRA Dany Nur Adiningrat selaku Kepala Museum Keraton Surakarta menyampaikan bahwa ini pertama dibuka setelah ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Pemerintah Kota Solo tanggal 13 Maret 2020 lalu.

Pada hari Minggu (08/11/2020) kemarin, Dany menuturkan, “Dengan mengingat dan menimbang perkembangan situasi di lingkungan sekitar Keraton Solo, serta perkembangan secara regional maupun nasional, maka keputusannya kita membuka museum mulai hari ini”.

Dengan dibukanya pada masa new normal atau tatanan baru, maka penerapan protokol kesehatan dilakukan baik oleh karyawan maupun pengunjung.

Lalu Dany menunjukan tata cara penerapan protokol kesehatan, pengunjung diwajibkan terlebih dahulu untuk mencuci tangan.

Baca Juga:  Wali Kota Solo Pastikan Jadwal Fungsional Flyover Purwosari Solo Tetap 21 Desember

Empat wastafel juga telah disiapkan oleh pihak pengelola. Kemudian wisatawan terlebih dulu juga dicek suhu tubuhnya dengan menggunakan thermogun otomatis, sebelum membeli tiket dan masuk ke museum.

Dany menjelaskan, “Kita mengikuti aturan-aturan pemerintah untuk standar kesehatan, termasuk dengan membekali tour guide tentang prokes. Kami tidak ingin kawasan keraton menjadi klaster penyebaran Covid-19″.

Sementara untuk pintu masuk dan keluar, pihak pengelola museum memberikan akses yang berbeda sehingga pengunjung tidak berpapasan.

Pemisah dengan papan dengan diberi petunjuk. Lantas, pada bagian antrean tiket juga diberi batas di lantai dengan jarak 1,5 meter.

Lalu guide museum mengajak menyusuri ruang-ruang di dalam museum searah jarum jam sehingga tidak papasan.

Dany menambahkan, “Jam buka dimulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB untuk hari Senin-Kamis, kemudian Sabtu-Minggu hingga pukul 16.00 WIB, sementara hari Jumat tutup”.

Baca Juga:  Petani Karanganyar Keluhkan Sulitnya Dapat Pupuk Bersubsidi Lantaran Tak Punya Kartu Tani

Ia juga menerangkan bahwa pembenahan-pembenahan di berapa sisi keraton seluas 70 hektar ini. Seperti halnya kawasan terbuka dari depan Balai Kota Surakarta, alun-alun sampai dengan Gading tidak pernah ditutup.

Sementara kawasan museum memang dengan standar maksimal dan berbayar. Akses lain untuk wisata di dalam yakni kegiatan tradisional dan adat keraton tetap menunggu petunjuk dan aturan dari pihak keraton.

“Kunjungan wisata dari travel dan agen kembali dijalankan untuk pelayanan sektor wisata,” tambahnya.

Petugas jaga Keraton, Bambang Sutejo menambahkan, meski sempat ditutup, namun masyarakat yang ingin berkunjung ke Keraton masih saja ada.

Meski demikian, dirinya mengakui jika selama masa pandemi pengunjung Keraton Solo menurun drastis dari biasanya 200 wisatawan menjadi sekitar 50 orang tiap harinya.

Tags: , ,