Musibah Tanah Longsor Terjadi di Lereng Timur Merapi

Musibah Tanah Longsor Terjadi di Lereng Timur Merapi

Pada hari Senin (25/1/2021) kemarin sore, musibah tanah longsor terjadi di sejumlah lokasi di lereng timur Gunung Merapi.

Seorang warga asal Desa Cluntang, Kecamatan Musuk dilaporkan meninggal dunia akibat dari musibah tersebut.

Menurut informasi dari warga setempat, korban bernama Sitar, 65.

Jatmiko -salah seorang warga- menjelaskan bahwa korban tinggal di RT 17 RW 05, Desa Cluntang.

Jatmiko juga mendengar bahwa Sitar meninggal dunia saat kejadian tanah longsor.

Tetapi, belum diketahui secara pasti hal yang mengakibatkan korban meninggal.

Jatmiko menuturkan, “Iya, memang mendengar warga yang meninggal”.

Terpisah, AKP Sutoyo selaku Kapolsek Musuk juga membenarkan terkait informasi tersebut.

Namun, pihaknya belum dapat memberi informasi lebih lanjut terkait kronologi peristiwa tersebut.

Baca Juga:  Gibran Pastikan Pemudik Yang Nekat Pulang Ke Solo Langsung Dikarantina

Sutoyo mengatakan, “Iya. Informasi lebih lanjut besok pagi (Selasa)”.

Untuk informasi, tanah longsor kembali terjadi di Desa Songgobumi, Kecamatan Musuk.

Bencana yang sama juga terjadi di beberapa titik di Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo.

Sementara itu, terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada Senin (25/1/2020) pukul 17.11 WIB.

Jarak luncur awan panas guguran ini kurang lebih 1.200 meter arah barat daya ke hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangannya mengatakan, “Tanggal 25 Januari 2021 pukul 17.11 WIB terjadi awan panas guguran”.

Ia menjelaskan awan panas Gunung Merapi tercatat di seismogram dengan amplitudo 32 milimeter dan durasi 120 detik.

Baca Juga:  Anindya Bakrie Bertemu Gibran, Bahas Apa?

“Jarak luncur awan panas kurang lebih 1.200 meter ke arah barat daya yakni di hulu Kali Krasak dan Boyong,” jelas Hanik.

Tags: , ,