Nekat Berjualan, 13 Pedagang Bermobil Diamankan Satpol PP

Sebanyak 13 pedagang bermobil dikukut Satpol PP lantaran tetap nekat berjualan di kawasan parkiran Alun-alun utara (Alut) Keraton Solo. Pedagang tersebut dianggap melanggar peraturan daerah (Perda).

“Sebayak 13 pedagang bermobil ini kami amankan saat berjualan di Alut Keraton Solo dan sekitar Pasar Cinderamata pada Kamis kemarin,” ujar Kepala Satpol PP Kota Solo, Arif Darmawan, Sabtu (21/11).

Ia menjelaskan, saat diamankan pedagang bermobil ini kepergok melayani pembeli. Mereka kemudian diperiksa karena nekat berdagang secara ilegal.

“Tindakan pedagang bermobil ini jelas melanggar aturan Perda. Ini sudah ditegaskan walikota untuk menindak jika ada transaksi jual beli yang dilakukan pedagang bermobil di sekitar Pasar Klewer,” katanya.

Baca Juga:  KPK Setorkan Uang Pengganti Rp 2,365 Miliar dari Eks Pejabat Dinas PUPR Muara Enim

Pemeriksaan pedagang bermobil, kata dia, juga berkaitan adanya dugaan Pungli (pungutan liar) yang dilakukan oknum pengelola di kawasan itu. Besaran nominal Pungli Rp 3 juta per tahun oleh seorang oknum dengan dalih agar tidak terjaring razia Satpol PP.

Namun pungli tersebut juga sulit dapat dibuktikan karena pedagang yang bersangkutan tidak dapat menunjukan bukti pembayaran tersebut,. Lantaran demikian,  Kepolisan daerah setempat tetap mengusut kasus pungli ini.

Arif juga  mengatakan, dari 13 pedagang bermobil tersebut, hanya sebagian yang mengaku sudah membayar. Sesuai ketentuan, regulasi yang dilanggar pedagang bermobil adalah Peraturan Daerah (Perda) No.1/2020 tentang Perlindungan Pasar Tradisional.

Ia menambahkan, persoalan Pungli menjadi kewenangan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polresta Solo. Kendati demikian, Satpol PP berupaya optimal dalam pengumpulan data agar pungli tersebut bisa dijerat Undang-undang (UU).

Tags: , ,