Nominal Pungli Pedagang Bermobil di Alun-Alun Utara Solo Diduga Bervariasi

Nominal Pungli Pedagang Bermobil di Alun-Alun Utara Solo Diduga Bervariasi

Menyusul adanya Pungutan Liar (Pungli) kepada sejumlah pedagang bermobil di sekitar Alun-alun Utara menjadi perhatian pihak Polresta Solo.

Ditambah saat ini pihak Satpol PP juga tengah melakukan razia terhadap pedagang bermobil tersebut.

Namun, dari hasil pendalaman ada dugaan yakni para pedagang bermobil tersebut diwajibkan membayar pungutan yang nilainya bervariasi dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Hal tersebut disampaikan oleh AKP Adis Dani Garta selaku Kapolsek Pasar Kliwon pada hari Selasa (17/11/2020) kemarin.

Kapolsek mengatakan, “Nominalnya berbeda-beda ya, ada tiga nominalnya, mulai paling kecil Rp 800.000, Rp 1,2 juta, serta Rp 3 juta. Uang tersebut dibayar setahun berjualan di situ. Untuk lokasi jualannya sendiri ada yang di lahan parkir pasar cendera mata, Alun-alun Utara, dan kawasan Masjid Agung”.

Baca Juga:  Sempat Bilang Perumahan Anak Yatim Piatu Akan Dibangun di Bantaran Sungai, Bajo Klarifikasi

Petugas Polsek bersama Satuan Petugas (Satgas), Pungutan Liar (Pungli) Polresta Solo terus mendalami kasus yang diawali dari keresahan pedagang itu.

Kemudian, tim ini telah melakukan klarifikasi terhadap lima pedagang bermobil yang biasa nekat berdagang secara ilegal.

Dari inilah kemudian keterangan didapat bahwa salah satu pedagang mobil asal Pekalongan yang mangkal di kawasan tersebut diminta membayar uang dengan diberi jaminan aman dari razia.

Kapolsek menambahkan, “Ternyata tiap pedagang, jumlah nominal yang berbeda-beda, tergantung lokasi parkir mereka. Mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah”.

Untuk membongkar di balik pungutan tersebut, maka pihak kepolisian meminta keterangan dan akan memanggil beberapa saksi tambahan guna mengembangkan proses pendalaman pungli tersebut.

Baca Juga:  Imbas Animo Tanaman Hias Tinggi, Pameran Agrobisnis di Mal Digelar

Langkah pihak kepolisian ini dilakukan walaupun belum ada pihak yang melaporkan kejadian tersebut.

Dengan demikian, penyidik kepolisian mengetahui identitas wanita berinisial A, dan nama inilah yang disebut-sebut sebagai oknum yang menarik uang jutaan rupiah.

“Selain nominal tersebut, para pedagang ini juga dari keterangan mereka ditarik uang parkir sebesar Rp 30.000,” kata Kapolsek.

Terkait aliran dana bermuara, Kapolsek belum bisa memastikan karena akan terjawab setelah dilakukan pemeriksaan terhadap oknum berinisial A itu.

Kapolsek juga menambahkan, bahwa dari hasil dari penyelidikan ini nantinya akan dilaporkan kepada Wakapolresta Solo yakni AKBP Deny Heryanto sebagai Ketua Tim Satgas Pungli Polresta Surakarta.

Tags: , ,