Okupansi Hotel di Tawangmangu Menurun

Okupansi Hotel di Tawangmangu Menurun

Geliat bisnis perhotelan terganggu oleh kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat lantaran pandemi Covid-19.

Hal yang sama juga dialami oleh industri bisnis hotel yang berada di kawasan Tawangmangu, Karanganyar.

Kawardi selaku Penasihat PHRI Karanganyar menyontohkan bahwa tingkat keterisian kamar hotel di Tawangmangu pada dua hari Jateng di Rumah Saja (6-7/2/2021), nyaris nol.

Pada hari Senin (8/2/2021) lalu, Kawardi mengatakan, “Tidak ada pengunjung sama sekali. Kalau kemarin itu, blong (sepi) betul, paling 5 persen”.

Ia menambahkan bahwa selama masa pandemi Covid-19, kondisi tingkat hunian hotel di Tawangmangu memprihatinkan sekali. Rata-rata tingkat hunian hanya 20 persen.

Hal ini otomatis berpengaruh terhadap pendapatan pengelola hotel yang mengalami penurunan drastis.

Baca Juga:  Sejumlah Negara Dilanda Gelombang Ketiga Corona, Airlangga: Covid-19 Belum Selesai

Prosentase pendapatan yang diperoleh tinggal 0-20 persen saja.

Kawardi menjelaskan, “Lha paling hanya sekitar 0-20 persen itu kan pendapatan rendah sekali, tinggal kelas hotel juga memang. Yang mengalami kerugian, pengajuan utang lagi ke bank. Untuk memenuhi operasional”.

Mengenai pelaksanaan PPKM Mikro yang akan dilaksanakan pemerintah, Karwadi mengatakan secara otomatis akan memperparah kondisi saat ini.

Apalagi kalau zona pandemi Covid merah tentu akan makin membatasi gerak masyarakat.

Ia menjelaskan, “(PPKM Mikro) memperparah. Gini lah. Otomatis, selama pandemi belum mereda, hotel ya tetap tidak bisa maju, tidak bisa berkembang karena semua saling berkaitan. transportasi bus-bus yang membawa wisatawan juga tidak ada termasuk UMKM terkait hotel (memamerkan produk di hotel) juga merasakan hal itu,” imbuhnya.

Baca Juga:  Giliran Ahok Temui Gibran di Solo, Ini yang Dibahas

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar siap menerapkan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level mikro yang diinstruksikan pemerintah pusat melalui Kemendagri.

Bupati Karanganyar Yuliatmono menegaskan bahwa PPKM mikro lebih menuntut Satgas Jogo Tonggo bekerja lebih optimal dan ekstra. Sebab, pengawasannya pada aktivitas rentan penularan Covid-19 di lingkup RT, RW dan desa.

Tags: , ,