Ombudsman Temukan Dugaan Maladministrasi di Insiden Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Ombudsman Temukan Dugaan Maladministrasi di Insiden Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Terkait dengan peristiwa kebakaran empat tangki Pertamina di Balongan, Indramayu, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menemukan fakta baru.

Yaitu, dugaan maladministrasi yang dilakukan PT Pertamina karena mengabaikan protes warga yang melaporkan adanya bau bensin menyengat sebelum ledakan.

Hery Susanto selaku Anggota ORI menyampaikan bahwa temuan tersebut diperoleh dari investigasi pada 7–9 April. Menurutnya, protes warga disampaikan beberapa jam sebelum tangki terbakar pada 28 Maret lalu.

Pada hari Kamis (15/4/2021), Herry mengatakan, “Keluhan warga tidak digubris Pertamina sehingga warga emosional dan terjadi aksi lempar ke kantor Pertamina”.

Ia menambahkan, protes yang tidak digubris tersebut merupakan bentuk maladministrasi.

Seharusnya, Pertamina mengambil langkah untuk merespons keluhan warga tersebut dan bukan melakukan pembiaran.

“Kami menilai bahwa dalam penanganan itu memang tidak ada satu langkah yang langsung direspons (PT Pertamina,),” ujarnya.

Tidak hanya itu, ORI juga menemukan belum adanya mekanisme mitigasi bencana karena gagal teknologi yang dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu.

Data menyebut, peristiwa kebakaran dan meledaknya tangki itu berdampak kepada 2.788 rumah warga sekitar.

Jumlah korban terdampak dilaporkan mencapai 895 jiwa (353 kepala keluarga).

Merujuk hasil investigasi tersebut, ORI memberikan saran kepada PT Pertamina dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) untuk segera menyelesaikan investigasi penyebab kebakaran.

Sementara itu, PT Pertamina merespons mengenai temuan dari ORI tersebut.

Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Ifki Sukarya mengaku pihaknya sudah menindaklanjuti keluhan masyarakat soal adanya bau menyengat dari arah kilang sebelum kebakaran terjadi.

Ifki menjelaskan pengecekan sudah dilakukan Pertamina di dalam kilang usai ada keluhan bau menyengat. Dia menyebut bau menyengat itu awalnya diduga muncul di area tangki yang letaknya dekat dengan pemukiman warga, yaitu kawasan Wisma Jati.

Setelah pengecekan itu, dia menyebut pihaknya pun tak tinggal diam. Ifki mengklaim, pihaknya langsung melakukan evakuasi warga yang ada di kawasan Wisma Jati.

“Paralel, Pertamina juga membagikan masker kepada warga. Sesaat sebelum insiden, sempat dilakukan evakuasi warga Wisma Jati ke jalan raya untuk menjauh dari sumber bau,” ujar Ifki.

Tags: , ,