Pandemi Covid-19 Membuat Sejumlah Target Pembangunan di Karanganyar Direvisi

Pandemi Covid-19 Membuat Sejumlah Target Pembangunan di Karanganyar Direvisi

Mengikuti kondisi dan kemampuan daerah di masa pandemi Covid-19, kalangan eksekutif dan legislatif di Kabupaten Karanganyar menyepakati Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 diubah.

Pada sidang paripurna DPRD hari Selasa (23/3/2021), Juliyatmono selaku Bupati Karanganyar mengatakan, “RPJM nasional juga berubah. Target-target yang semula direncanakan, pesimis tercapai. Termasuk pengentasan kemiskinan. Pandemi Covid-19 berdampak masif. Terutama di perekonomian. Kalau perekonomian nasional turun, penyesuaiannya sampai ke daerah. Maka dari itu RPJMD 2018-2023 yang sudah disampaikan, akan direvisi. Ada target-target yang kita kurangi levelnya”.

Terkait dengan Perda RPJMD periode tersebut sudah diundangkan pada awal kepemimpinan Juliyatmono-Rober Christanto. Visi dan misi tertuang di perda tersebut.

Baca Juga:  FX Rudy Dukung Prananda Prabowo Gantikan Megawati Sebagai Ketum PDIP

Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar itu menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 melemahkan sektor ekonomi. Maka dari itu, pemerintah menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit untuk memulihkannya.

Sebagian jatah daerah melalui dana perimbangan, tersedot di refocusing anggaran.

Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Intanpari menambahkan, “Termasuk di APBD 2021, ada refocusing anggaran. Dana perimbangan dari pusat, terpangkas lumayan banyak. Sebenarnya untuk pendapatan daerah sendiri tidak banyak terpengaruh. Justru pendapatan dari transfer pusat yang berkurang”.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai instruksi dari Pemprov Jawa Tengah terkait uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) pada 5 April, Yuli berharap ada tambahan vaksin Covid-19 yang didistribusikan ke kabupaten/kota dalam waktu dekat. Hingga saat ini belum ada vaksinasi Covid-19 bagi guru dan tenaga pendidikan sebagai persiapan PTM.

Baca Juga:  Giliran Ahok Temui Gibran di Solo, Ini yang Dibahas

Ia berharap pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi lekas mendistribusikan tambahan vaksin dalam waktu dekat. Vaksin tersebut akan ditujukan para guru dan tenaga pendidikan agar segera bisa uji coba PTM.

Tags: , ,