Pasar Legi Bakal Dibangun Ulang dengan Konsep Green Building

Dinas Perdagangan (Disdag) Solo menegaskan pembangunan ulang Pasar Legi yang ludes terbakar pada akhir 2018 silam telah dimulai Jumat (20/11). Pembangunan pasar yang menelan anggaran sebesar Rp 104 miliar bersumber APBN 2020 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

“Pasar Legi yang terbakar pada 2018 akhirnya telah dibangun ulang. Pembangunan dilaksanakan selama 12 bulan. Pembangunan ditarget selesai pada November 2021,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Heru Sunardi, Sabtu (21/11/2020).

Ia mengatakan, Pasar Legi dibangun dua lantai dengan lahan seluas 20 ribu meter persegi. Dari lahan tersebut, hanya sekitar 10.800 meter persegi yang digunakan untuk bangunan. Sisanya berupa lahan terbuka.

Baca Juga:  Pemkab Sukoharjo Larang Produksi Ciu, Pengrajin Etanol Terancam Bangkrut

“Semua pedagang yang mencapai ribuan orang akan tertampung semua di dalam pasar. Jadi pedagang tidak perlu khawatir,” kata dia.

Dijelaskan, lamanya pembangunan pasar karena lamanya proses lelang. Pembangunan kembali Pasar Legi dikerjakan oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) Urban. Pekerjan ditarget selesai akhir tahun depan dan pedagang bisa menempatinya.

Kepala Balai Pasarana Dan Permukiman Wilayah Jateng Cakra Nagara mengatakan, pemerintah pusat segera mengucurkan dana usai refocusing anggaran, agar pembangunan pasar bisa segera bisa dimulai. Kemudian dilakukan tindakan dengan ground breaking.

“Kami berharap pembangunan lancar sampai akhirnya bisa kembali dipakai,” tambahnya.

Ia juga menambahkan, Pasar Legi akan dibangun tiga lantai dengan konsep green building. Pasar dibangun di lahan seluas 20.100 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 10.200 meter persegi. Masa kerjanya mencapai 390 hari dari kontrak diteken hingga 26 November 2021.

Tags: , ,