Pecah Telur! Kasus COVID-19 di Solo Tambah 43 Jadi 166

Kembali mencatat rekor, kasus virus Corona atau COVID-19 di Solo engan penambahan 63 kasus dalam sehari dengan jumlah kumulatif menjadi 166 kasus pada Jumat (17/7) kemarin. Tenaga kesehatan (nakes) masih menjadi penyumbang kasus terbanyak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan lebih dari separuh kasus berasal dari nakes RSUD dr Moewardi (RSDM). Sisanya merupakan warga umum.

“29 dari 43 kasus baru adalah nakes dari ada yang dokter perawat,” kata Ning, sapaannya kepada wartawan, Jumat (17/7/2020) malam.

Kemudian sisanya merupakan hasil pelacakan kasus sebelumnya dan adanya pasien dalam pengawasan (PDP) yang statusnya naik menjadi terkonfirmasi positif. Salah satunya ialah dari klaster pedagang tahu kupat timur RS Kasih Ibu.

Baca Juga:  Covid-19 di Sragen, Dalam 2 Hari Tambah 27 Kasus

Kemudian dari pelacakan anggota DPRD Jawa Tengah Syamsul Bahri yang meninggal dunia karena COVID-19.

“Dari klaster tahu kupat ada tambahan tiga kasus. Kemudian lainnya ada dari tracing Pak SB, PDP naik kelas, ada juga rapid test mandiri lanjut swab ternyata positif,” ujar Ning.

Sementara itu, , Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, mengatakan pihaknya akan melakukan tes swab massal. Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai COVID-19.

Ahyani juga tidak ingin ada klaster dari pedagang kuliner sehingga ia juga mengingatkan warung-warung dan pusat kuliner lain agar menjaga kebersihan serta mematuhi protokol kesehatan.

“Harus menjaga kebersihan, alat makan harus dicuci bersih, jangan sampai droplet menumpuk di situ. Kalau ada pelanggaran, tentu bisa kita tutup usahanya,” tegas Ahyani.

Tags: , ,