Pedagang Bermobil di Alun-alun Utara Keluhkan Razia Satpol PP Solo

Pedagang Bermobil di Alun-alun Utara Keluhkan Razia Satpol PP Solo

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengancam sanksi pidana ringan (tipiring) kepada pedagang bermobil yang nekat berjualan di Alun-alun Utara Solo.

Para pedagang tersebut dilarang berjualan di kawasan yang dimaksud lantaran berdampak terhadap omzet pedagang di Pasar Klewer.

Para pedagang tersebut juga dinilai telah melanggar Perda No 3 Tahun 2008 tentang Pengelolaan PKL dan Perda No 1 Tahun 2010 tentang Pasar Tradisional.

Perda tersebut mengatur sanksi pidana ringan bagi pedagang yang terbukti berjualan di luar pasar.

Pada hari Kamis (12/11/2020) kemarin, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo merazia para pedagang bermobil yang berada di kawasan Alun-alun Utara, dengan melakukan penertiban dan memberikan sosialisasi.

Tetapi, para pedagang bermobil di kawasan tersebut tidak terima dengan razia yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Solo.

Baca Juga:  FX Rudy Sesalkan Sikap PKL Yang Ditertibkan Lantaran Melanggar Protokol Kesehatan

Pasalnya, para pedagang bermobil tersebut merasa sudah membayar jaminan keamanan sebesar Rp 3 juta per tahunnya, kepada salah seorang yang mengaku mempunyai wilayah di kawasan Alun-alun Utara.

Budi (nama samaran) -salah satu pedagang bermobil- menuturkan, “Saya di sini itu ada jaminan suruh bayar Rp 3 juta. Orangnya siapa enggak tahu, katanya yang punya wilayah di sini. Itu kalau sudah lunas, katanya dapat surat jaminan keamanan kalau ada Satpol PP aman. Tapi ternyata sampai sekarang masih ada Satpol PP”.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini dirinya sudah membayar uang muka sebanyak Rp 1 juta, namun tidak diberikan surat bukti secara tertulis, hanya ditulis di dalam buku.

Baca Juga:  KPU Solo Temukan 1.061 Surat Suara Pilkada 2020 Rusak

Sementara itu, Dono (nama samaran) mengatakan hal yang sama seperti Budi, ia mengaku bahwa telah membayar secara lunas jaminan keamanan tersebut.

Dono menjelaskan, “Kemarin ditarik Rp 3 juta katanya. Ya, saya ikhtiarlah namanya juga punya keluarga, punya istri, punya anak. Jaminannya, katanya aman jualan di sini, ini dari toko suruh nawarin kontrak toko katanya biar aman,” ucapnya.

Setelah sosialisasi, Pemkot Surakarta akan melakukan operasi penertiban dengan menindak tegas pedagang bermobil.

Sebab, mereka tak memiliki izin resmi dan keberadaan pedagang bermobil ini kerap dikeluhkan karena berpotensi mengurangi pendapatan pedagang resmi Pasar Klewer. Permasalahan tersebut sudah terjadi bertahun-tahun.

Tags: , ,