Pedagang Pasar Hardjodaksino Jalani Tes Swab Secara Masal

Pedagang Pasar Hardjodaksino Jalani Tes Swab Secara Masal

Ratusan pedagang di Pasar Hardjodaksino, Solo, Jawa Tengah, serentak menjalani tes swab menyusul karena adanya salah satu pedagang yang meninggal dunia karena positif Covid-19.

“Targetnya 200 pedagang kita lakukan swab. Khususnya yang utama di sekitaran kemarin yang positif meninggal,” kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Heru Sunardi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Hari Rabu (15/7/2020).

Biaya tes swab para pedagang tersebut sepenuhnya ditanggung oleh perbankan pemberi program Corporate Social Responsibility (CSR).

Heru mengatakan, tes swab bertujuan untuk memastikan para pedagang tidak terinfeksi Covid-19. “Dari dulu saya menyampaikan jangan muncul klaster baru penyebaran Covid-19 di Solo berasal dari pasar,” terang Heru. Dia menyampaikan, pihaknya juga sudah menutup sementara operasional pasar yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Danukusuman dari Selasa (14/7/2020) hingga Hari Senin (20/7/2020).

Baca Juga:  Cawali Gibran Dorong Anak Muda Solo Jadi Entrepreneur

Para pedagang semua diminta untuk melakukan karantina dan isolasi mandiri di rumah selama pasar disterilkan. Dengan demikian, masih ada beberapa pedagang yang nekat berjualan di luar pasar.

“Pasar ditutup sementara itu artinya tutup kegiatannya selama tujuh hari. Sementara sanksinya kalau Satpol PP bergerak barangnya (dagangan) ya diambil semua dan diamankan,” lanjutnya.

Dwi, salah seorang pedagang yang menilai penutupan sementara pasar tersebut terkesan mendadak, karena dirinya sudah terlanjur membeli dagangan untuk dijual lagi dengan jumlah yang cukup banyak, Dwi menyampaikan sudah berbelanja buah pisang yang sudah matang dan pisang yang belum matang sebanyak satu truk. Harganya, mencapai puluhan juta rupiah.

Supaya tidak mengalami kerugian banyak, Dwi terpaksa menjual pisang dengan harga Rp 20.000 sampai Rp 25.000 setandan. Biasanya harga normal sekitar Rp 100.000 setandan.

Baca Juga:  BPPTKG : Aktivitas Gunung Merapi Masih Meningkat

“Pusing aku mas. Sudah kulakan kerupuk dan pisang banyak pasar ditutup sementara. Kalau kerupuknya tidak busuk. Pisangnya itu loh, Kemarin habis belanja pisang matang Rp 20 juta. Dan kulakan pisang mentah (belum matang) satu truk ” tutupnya

Tags: , ,