Pedagang Pasar Legi Solo Pakai Sistem Barter Guna Hadapi Pandemi Covid-19

Pedagang Pasar Legi Solo Pakai Sistem Barter Guna Hadapi Pandemi Covid-19

Akibat sepi pembeli, pedagang Pasar Legi Solo mendapatkan solusi untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup akibat pandemi Covid-19. Yakni bertransaksi dengan menggunakan sistem barter.

Eni -salah satu pedagang di Pasar Legi- melakukan barter empon-empon dengan beberapa barang seperti susu, mi instan, dan gula di Indo Barter, Jl Lumban Tobing, Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari.

Eni sudah empat tahun berjualan empon-empon di Pasar Legi Solo. Namun, pandemi membuat usahanya sepi.

Aktivitas bertukar barang dagangan yang diinisiasi Indo Barter menjadi solusi para pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Eni menjelaskan, “Sejak awal masuk pandemi Corona hasil jualan empon-empon menurun. Nunggu pembeli kan sepi jadi tukarkan barang saja”.

Hal senada juga datang dari Sariyem, 42, yang juga berprofesi sebagai pedagang di Pasar Legi. Ia datang untuk menukarkan melon dengan gula dan susu sebagai bahan meracik es buah.

Baca Juga:  Abu Bakar Ba'asyir Jatuh Sakit dan Dirawat Di Rumah Sakit

Bagus Aji Kurniawan selaku Koordinator volunter dari Indo Barter menyampaikan bahwa program tersebut merupakan implementasi penelitian dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Maksud program tersebut yakni sebagai solusi untuk para pedagang Pasar Legi guna mencukupi kebutuhan saat pasar sepi akibat pandemi.

Bagus mengatakan, “Ada inisiasi barter sehingga pedagang merasa aman bisa memenuhi sehari-hari. Enggak harus menunggu datangnya pembeli”.

Ia juga menerangkan bahwa barang dagangan dari pedagang yang mudah basi diolah oleh warung sedekah.

Barang dagangan yang tidak diminati pedagang dijual secara daring menggunakan Whatsapp Bisnis.

Bagus menjelaskan, “Kami dibantu enam volunter, rata-rata memberikan pelayanan barter kepada 10 sampai 12 pedagang per hari. Tapi sekarang kegiatan barter berlangsung dua pekan sekali karena roda ekonomi pasar mulai berjalan kembali”.

Baca Juga:  Bupati Karanganyar Tak Beri Ijin Gelar Pesta Kembang Api

Bagus berencana ingin mengembangkan program literasi keuangan kepada pedagang Pasar Legi Solo dan membantu pemasaran mereka.

Para volunter memberikan sosialisasi kredit ultra mikro untuk membantu mengembangkan usaha dan menyusun laporan keuangan.

Ia menuturkan, “Kami membantu pemasaran dengan dengan menyediakan jasa antar ke wilayah Soloraya. Ada sejumlah pelanggan dari Colomadu, Sragen, dan Karanganyar yang membeli melalui layanan kami”.

Menurut Bagus, tidak ada jumlah minimal pembelian tapi ada tarif ongkos kirim mulai Rp 7.000.

Tantangan yang dihadapi volunter adalah permintaan jumlah besar dari luar kota karena terbatas akses jasa logistik untuk menjamin mutu barang.

Tags: , ,