Pejabat Pembuat Komitmen Pemkab Kampar Selesai Diperiksa KPK

Pejabat Pembuat Komitmen Pemkab Kampar Selesai Diperiksa KPK

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai memeriksa tersangka Adnan (AN). Yang bersangkutan diketahui merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek Pembangunan Jembatan Waterfront City Dinas Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Riau.

Pantauan wartawan, tersangka Adnan tampak terlihat keluar meninggalkan Gedung KPK Jakarta mengenakan rompi tahanan warna oranye dengan tangan terborgol berjalan memasuki mobil tahanan dengan pengawalan petugas KPK.

Saat ditanya wartawan, Adnan hanya berkomentar singkat, dirinya mengaku sehat saat menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka yang dilakukan penyidik KPK.

“Alhamdulilah saya sehat,” kata Adnan di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta, Jumat (9/10/2020).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Adnan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Yang bersangkutan (Adnan) dipanggil dalam kapasitasnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Waterfront City pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemkab Kampar Tahun Anggaran (TA) 2015 hingga 2016,” kata Ali Fikri.

Sebelumnya penyidik KPK telah menetapkan Adnan bersama Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya atau Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya I Ketut Suarbawa (IKT) sebagai tersangka.

Baca Juga:  Pimpinan KPK Buka Suara Terkait Mobil Dinas

Kadua orang tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 14 Maret 2019. Namun penyidik KPK baru menahan kedua tersangka itu pada 29 September 2020.

Kedua tersangka tersebut disangkakan telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana).

Kasus ini berawal saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar mencanangkan rencana pembangunan proyek strategis diantaranya adalah pembangunan Jembatan Bangkinang atau yang kemudian disebut dengan Jembatan Waterfront City.

Kemudian pada 2013, Adnan mengadakan pertemuan di Jakarta I Ketut Suarbawa dan beberapa pihak Iainnya. Dalam pertemuan itu, Adnan diduga memerintahkan pemberian informasi tentang desain jembatan dan engineer’s estimate kepada I Ketut Suarbawa.

Pada Agustus 2013, Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kampar mengumumkan lelang pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan ruang lingkup pekerjaan fondasi. Lelang itu dimenangkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Kemudian pada Oktober 2013, ditandatangani kontrak Pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2013 dengan nilai Rp15.198.470.500,00 dengan ruang lingkup pekerjaan fondasi jembatan dan masa pelaksanaan sampai 20 Desember 2014.

Baca Juga:  Kasus Suap Pemkab Kutai Timur, KPK Periksa Kadisdik

Setelah kontrak tersebut, Adnan meminta pembuatan engineer’s estimate pembangunan Jembatan Waterfront City Tahun Anggaran 2014 kepada konsultan dan I Ketut Suarbawa meminta kenaikan harga satuan untuk beberapa pekerjaan.

KPK menduga kerja sama antara Adnan dan I Ketut Suarbawa terkait penetapan harga perkiraan sendiri ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya sampai pelaksanaan pembangunan Jembatan Waterfront City yang dibiayai APBD Tahun 2015, APBD Perubahan Tahun 2015 dan APBD Tahun 2016.

KPK menduga tersangka Adnan diduga menerima uang “commitment fee” sebesar Rp 1 miliar atau 1 persen dari total nilai nilai kontrak proyek pembangunan jembatan Waterfront tersebut.
KPK menduga telah terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pengaturan proses lelang tender yang melanggar hukum yang diduga dilakukan para tersangka yang terlibat dalam proyek ini.

Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar Rp 50 miliar dari nilai proyek pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak pada Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total Rp 117,68 miliar.

Tags: , ,