Pekan Depan, Simulasi Pendidikan Tatap Muka SMA/SMK Solo Dimulai

Pekan Depan, Simulasi Pendidikan Tatap Muka SMA/SMK Solo Dimulai

Pada hari Senin (2/11/2020) pekan depan, simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SMA/SMK di Solo akan dimulai.

Suyanta selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wilayah VII Jawa Tengah (Jateng) menjelaskan bahwa simulasi akan diikuti dua sekolah yang sebelumnya mengajukan sebagai peserta, yakni SMAN 3 dan SMK Mikael.

Pada hari Rabu (28/10/2020) kemarin, Suyanta menuturkan, “Betul, kami sudah diizinkan Gubernur Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah untuk menggelar simulasi PTM. Diawali dari dua sekolah dulu yaitu SMAN 3 dan SMK Mikael yang sudah memenuhi persyaratan beserta dokumen pendukungnya”.

Menurut Suyanta simulasi hanya dilakukan kepada siswa kelas XII yang diizinkan oleh orang tuanya.

“Sehingga nanti selain masuknya bergantian atau separuh-separuh, juga hanya diikuti oleh siswa yang diizinkan orang tuanya,” tuturnya.

Baca Juga:  Setelah Vakum Lama Akibat Pandemi, Band Soloraya Ini Akhirnya Kembali Tampil

Suyanta menambahkan, seiring rencana pelaksanaan simulasi di dua sekolah tersebut, pihaknya sudah menawarkan kepada sekolah lain yang ingin menjadi peserta berikutnya.

“Kami sudah memberitahukan kepada sekolah lain yang ingin menyelenggarakan simulasi untuk mengajukan kepada Cabang Dinas (Disdikbud Wilayah VII Jateng) dan nantinya akan melalui proses yang serupa dengan SMAN 3 dan SMK Mikael,” imbuhnya.

Di sisi lain, Albertus Murdianto -Kepala Sekolah SMK Mikael- menyampaikan bahwa simulasi PTM hanya untuk kegiatan praktikum siswa Kelas XII.

Murdianto juga menambahkan, simulasi PTM tersebut tidak mensyaratkan rapid test deteksi Covid-19. Tetapi, sebagai langkah preventif, pihaknya akan melakukan rapid test secara mandiri bagi tenaga pendidik dan siswa kelas XII peserta simulasi.

Baca Juga:  Paslon Bajo Akan Bentuk Majelis Penasihat Wali Kota Jika Menang Pilkada Solo

Ia menjelaskan, “Kami sudah melakukan paparan ke provinsi. Hasilnya, sudah diizinkan simulasi PTM terbatas pada 2 November nanti. Kami pastikan sarana prasarana (sarpras) sekolah telah siap. Ada 54 siswa yang ikut simulasi PTM. Dan rapid test akan kami lakukan kepada tenaga pendidik dan siswa tersebut, totalnya 90 orang biayanya dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)”.

Bila ada temuan reaktif dari hasil rapid test itu, yang bersangkutan diminta melakukan karantina mandiri selama delapan hari.

Setelah itu, akan dilakukan rapid test kembali. Jika hasil baik, orang tersebut boleh mengikuti kegiatan sekolah. Namun, jika hasil rapid test kedua masih reaktif, maka akan dilakukan swab test.

Tags: , ,