Pekan ini Risiko Covid-19 Sukoharjo Naik Ke Zona Merah

Pekan ini Risiko Covid-19 Sukoharjo Naik Ke Zona Merah

Menyusul tingginya angka kematian pasien positif Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo. Pada pekan ini, status tingkat risiko Covid-19 Kabupaten Sukoharjo naik dari tingkat risiko sedang atau zona oranye menjadi tingkat risiko tinggi atau zona merah.

Yunia Wahdiyati selaku Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo menyampaikan bahwa ada beberapa indikator zona risiko yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

Salah satu adalah indikator epidemiologi yakni angka kematian dan penambahan pasien positif.

Angka kematian pasien positif Covid-19 di Sukoharjo melebihi standar yang ditetapkan oleh World Health Organisation (WHO) yakni maksimal lima persen.

Pada hari Jumat (16/10/2020) kemarin, Yunia menuturkan, “Jumlah total pasien positif yang meninggal dunia per 16 Oktober sebanyak 41 orang. Ada sejumlah kecamatan dengan angka kematian pasien positif lebih dari lima persen sesuai standar WHO. Ini salah satu faktor dominan naiknya status risiko Covid-19 Sukoharjo dari zona orange menjadi zona merah”.

Baca Juga:  Dalam Sepekan, Sukoharjo Catat 6 Kasus Kematian Pasien Positif Covid-19

Ia juga mengatakan bahwa dengan angka kematian tinggi yakni Kartasura, Gatak, Polokarto, Nguter, Sukoharjo, Bendosari, dan Baki. Seluruh pasien positif yang meninggal dunia merupakan pasien dengan gejala dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Gugus tugas akan berkoordinasi dengan delapan rumah sakit rujukan Covid-19 Sukoharjo. Para pasien positif dengan gejala bakal menjalani terapi pengobatan pada rumah sakit rujukan.

Langkah tersebut bertujuan untuk menekan angka kematian pasien positif sekaligus menurunkan risiko Covid-19 Sukoharjo.

Yunia menjelaskan, “Kami juga akan mengoptimalkan berbagai program pencegahan Covid-19 seperti Jogo Tonggo pada setiap desa. Penambahan pasien positif terbanyak selama sepekan terakhir dari klaster keluarga. Rata-rata jumlah pasien positif dalam satu keluarga lebih dari lima orang. Bahkan ada 13 orang pasien positif dalam satu keluarga”.

Baca Juga:  Pasangan Bajo Sebut 90% Warga Solo Nyatakan Siap Dukung Mereka

Pihaknya menegaskan, gugus tugas bakal memperkuat uji swab dengan metode PCR atau polymerase chain reaction dengan membuka layanan uji swab pada puskesmas setiap kecamatan.

Hal tersebut bagian dari penguatan jaringan laboratorium setiap daerah guna mempercepat pengetesan spesimen.

Untuk informasi, jumlah pasien positif Covid-19 per 16 Oktober adalah sebanyak 839 orang.

Dengan rinciannya yakni jumlah pasien positif dengan gejala sebanyak 316 orang dan tanpa gejala sebanyak 523 orang.

Tags: , ,