Pembangunan Pasar Legi Solo Ditargetkan Rampung Oktober

Pembangunan Pasar Legi Solo Ditargetkan Rampung Oktober

Pada hari Sabtu (27/3/2021), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Men PUPR) yakni Basuki Hadimoeljono meninjau langsung terkait proyek pengerjaan Pasar Legi Solo.

Saat meninjau, Basuki ditemani oleh Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Solo dan Dirjen Cipta Karya yakni Diana Kusumastuti.

Pembangunan Pasar Legi di Solo ditargetkan selesai pada Oktober 2021 meskipun kontrak pembangunan sampai November 2021. Basuki telah meminta agar pembangunan Pasar Legi dipercepat.

Basuki mengatakan, “Ini progres-nya sudah lebih 5 persen lebih cepat dari rencana. Seharusnya 20 persen tapi sekarang sudah mencapai 25,9 persen”.

Meski progres pembangunannya sudah cepat, tetapi pihaknya akan diminta lebih cepat lagi.

Apalagi Gibran berharap September bisa selesai tapi ditawar Oktober sudah harus selesai.

“Saya minta lebih cepat, Pak Wali Kota minta September bisa selesai, tapi ditawar Oktober selesai,” kata Basuki

Sehingga secepatnya pedagang yang saat ini ditempatkan di pasar darurat bisa lebih cepat masuk ke Pasar Legi lantaran kegiatan di Pasar Legi ini 24 jam, jadi proyeknya harus bisa lebih cepat.

Basuki mengakui, Pasar Legi yang terbakar pada akhir Oktober 2018 tersebut merupakan pasar tradisional terbesar di Eks Karesidenan Surakarta dan kegiatan jual beli berlangsung 24 jam. Setelah kebakaran tersebut, Wali Kota Solo yang saat itu dijabat FX Hadi Rudyatmo mengusulkan bantuan anggaran kepada pemerintah pusat untuk rehabilitasi Pasar Legi dan disetujui.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, menyatakan, pelaksana proyek menjanjikan pembangunan selesai pada Oktober 2021, lebih cepat dari kontrak. Meski demikian, para pedagang tidak bisa langsung menempati bangunan baru.

“Kan ada tahap-tahapan. Ada setting tempat, ada pengundian tempat, setelah itu penomeran tempat, baru pindahan ke tempat yang baru.

Pasar Legi akan dibangun tiga lantai dengan konsep bangunan ramah lingkungan (green building). Pasar dibangun di lahan seluas 20.100 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 10.200 meter persegi. Anggaran pembangunan berasal dari bantuan APBN melalui Kementerian PUPR senilai Rp 104 miliar.

Tags: , ,