Pemberantasan Prostitusi di Solo Gencar Dilakukan

Pemberantasan Prostitusi di Solo Gencar Dilakukan

Sebagai tindaklanjut keluhan masyarakat yang resah dengan penyakit masyarakat (pekat) di Solo, Gibran Rakabuming Raka selaku Wali Kota Solo mengapresiasi kinerja Polresta Solo dalam memberantas penyakit masyarakat, termasuk praktik prostitusi di Kota Solo.

Seperti yang diketahui, Tim Sparta Sabhara Polresta Solo berhasil mengamankan sebanyak 38 pekerja seks komersial atau PSK yang terjaring razia di beberapa waktu lalu. Para PSK yang ditangkap tersebut telah dibawa ke panti sosial untuk direhabilitasi selama enam bulan.

Sebelumnya, Polresta Solo juga berhasil mengamankan 10 penjudi di dua tempat, yakni Nusukan dan Kestalan. Kini seluruhnya telah ditahan dan menjalani proses hukum yang berlaku.

Pada hari Senin (15/3/2021) kemarin, Gibran menyampaikan bahwa sudah sejak lama, ia berkoordinasi dengan Polresta Solo.

Gibran mengiginkan keselarasan program 100 hari kerja Kapolri dan program 100 hari Wali Kota Solo.

Baca Juga:  Negara Ambil Alih Taman Mini Indonesia Indah

Ia menyebut bahwa Polresta Solo sangat rajin dalam memberantas prostitusi, perjudian, hingga peredaran minuman keras.

Suami Selvi Ananda itu menuturkan, “Sebelum pelantikan saya menyampaikan keluhan warga. Itu berdasarkan keluhan warga semua. Kapolresta itu tidak ada istirahat, saya salut dengan beliau”.

Ia juga menjelaskan bahwa praktik prostitusi online melalui aplikasi juga telah dikoordinasikan ke kepolisian.

Menurutnya, penanganan prostitusi online perlu mitigasi khusus dan terbukti, kepolisian berhasil mengungkap kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur secara online.

Diketahui, Polresta Solo berhasil mengamankan tiga tersangka yang berperan sebagai muncikari prostitusi anak di Solo. Ketiga tersangka yakni L (33), WES (21) dan DAH (20). Pembongkaran kasus prostitusi di bawah umur ini bermula dari adanya informasi elektronik yang mengandung muatan asusila.

Baca Juga:  Kaesang Janjikan Bintang Piala Menpora Untuk Persis Solo

Sementara itu, Kombes Pol Ade Safri Simanjutak selaku Kapolresta Solo menargetkan kawasan Kestalan dan Gilingan, Kota Solo, bebas praktik prostitusi.

Ia juga memperingatkan pelaku usaha hotel, wisma, dan losmen untuk tidak memberi ruang prostitusi.

Ade juga mengingatkan pemberian ruang atau memudahkan praktik prostitusi online dapat dijerat dengan hukum pidana.

Ia menyebut dalam menjalankan program pemberantasan pekat khususnya praktik prostitusi setiap penyelidikan kerap menggunakan jasa losmen, hotel, atau wisma.

“Target kami Kestalan dan Gilingan bebas dari prostitusi. Mereka yang kami tangkap, kami data, berkas tipiring, dan menjalani rehabilitasi sosial. Lewat rehabilitasi semoga mereka tidak kembali lagi ke dunia prostitusi,” tegasnya

Tags: , ,