Pembunuh Satu Keluarga di Sukoharjo Dituntut Hukuman Mati

Pembunuh Satu Keluarga di Sukoharjo Dituntut Mati

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pengusaha rental mobil asal Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Suranto (42), beserta istrinya, Sri Handayani (36), dan dua putra mereka masing-masing R (10), dan D (5), ditemukan dalam kondisi meninggal penuh luka tusukan pada 21 Agustus 2020 silam.

Keempat korban dibunuh dua hari sebelumnya.

Setelah menghabisi nyawa satu keluarga, pelaku mengambil sepeda motor Honda Megapro milik korban dan dititipkan di Wilayah Kartasura, Sukoharjo.

Pelaku kembali lagi ke rumah korban dengan menggunakan jasa transportasi online untuk mengambil mobil Toyota Avanza putih milik korban.

Berdasarkan hasil olah TKP dan penyelidikan polisi, diketahui Henry Taryatmo (HT) sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Baca Juga:  Dishub Solo: Transportasi Dalam Kota Tetap Jalan

Pada sidang virtual di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, hari Senin (1/2/2021) kemarin, dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdakwa Henry Taryatmo dituntut hukuman mati.

Suparno SH selaku kuasa hukum keluarga korban menuturkan, “Alhamdulillah, dalam tuntutannya yang dibacakan sidang hari ini, JPU menuntut terdakwa agar dijatuhi hukuman mati”.

JPU berpendapat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap satu keluarga.

Suparno juga menyampaikan bahwa keluarga korban menyambut baik tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa Henry Taryatmo.

Terdakwa telah melakukan tindakan menghilangkan nyawa satu keluarga yang berjumlah empat orang secara sadis, keji, dan brutal.

Pihaknya berharap dalam sidang lanjutan majelis hakim mengabulkan permohonan vonis mati yang diajukan keluarga.

Baca Juga:  Fahri Hamzah-Ahok Sudah Temui Gibran di Solo, Bagaimana dengan Fadli Zon?

“Harapan kami semoga majelis hakim yang memeriksa dan mengadili kasus ini, sependapat dengan dakwaan dan tuntutan JPU. Sehingga dalam putusannya nanti majelis hakim tidak ragu-ragu untuk menjatuhkan vonis mati terhadap terdakwa,” kata Suparno.

Setelah sidang tuntutan ini, selanjutnya pada hari Senin (8/2/2021) depan, sidang akan memasuki agenda pleidoi atau pembelaan terdakwa atau penasihat hukum terdakwa.

Tags: , ,