Pembunuh Yulia Sempat Minta Nomor PIN ATM Saat Korban Sekarat

Pelaku Pembunuh Yulia Sempat Minta Nomor PIN ATM Saat Korban Sekarat

Pada hari Selasa (20/10/2020) malam, Eko Prasetyo, 30, tega menghabisi Yulia dengan linggis sebelum dibakar di dalam mobil Daihatsu Xenia.

Eko Prasetyo bahkan sempat meminta nomor PIN kartu ATM di saat korban dalam kondisi sekarat.

Seperti yang diketahui, Yulia lebih dulu dihabisi di kandang ayam yang berjarak 500 meter dari rumah pelaku.

Di Mapolres Sukoharjo pada hari Jumat (23/10/2020) kemarin, Irjen Pol Ahmad Lufti -Kapolda Jawa Tengah- menyampaikan hal tersebut dalam gelar perkara kasus pembunuhan mayat wanita yang dibakar di mobil Xenia.

Kapolda menjelaskan kronologis kasus tersebut bermula saat korban menagih utang kepada pelaku senilai Rp 100 juta dari total utang Rp 145 juta.

Pelaku dan korban berkomunikasi melalui WhatsApp (WA) pada Senin (19/10/2020).

Kemudian mereka janjian bertemu di area kandang ayam pada Selasa (20/10/2020).

Pelaku dan korban merupakan rekan bisnis ternak ayam.

Pada hari kejadian, korban tiba di lokasi kandang ayam sekaligus untuk mengecek ternak ayam miliknya pada Selasa (20/10/2020) sore.

Saat hendak naik mobilnya, Daihatsu Xenia bernopol AD 1526 EA, tiba-tiba pelaku memukul korban dari belakang dengan linggis sebanyak dua kali. Lalu korban terjatuh dan diseret pelaku menuju kandang ayam.

Baca Juga:  Bhayangkara Solo FC Bermarkas di Stadion Manahan, Impian Wahyu Tri Nugroho Kembali ke Solo Terwujud

Dalam kondisi sekarat, korban dipaksa memberikan nomor PIN kartu ATM-nya. Setelah dihabisi, pelaku memasukkan korban ke mobilnya. Korban diletakkan di jok belakang.

Kemudian pelaku membawa korban ke halaman toko bangunan Mekar Jaya di Dukuh Cendana Baru, Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari.

Untuk menghilangkan barang bukti, di lokasi itu pelaku membakar korban dengan kondisi telah meninggal dunia di dalam mobil Xenia.

“Saat kejadian itulah ada warga yang melihat mobil terbakar dan melaporkan kepada pemilik toko bangunan. Namun ternyata bukan mobil pemilik toko bangunan. Kemudian mereka melaporkan ke pemadam kebakaran untuk memadamkan api,” ujar Kapolda.

Ketika api sudah padam, barulah ketahuan ada sosok jasad dalam kondisi terbakar di dalam mobil.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi.

Dalam waktu 1 x 24 jam pihak kepolisian berhasil membekuk pelaku di rumahnya pada Rabu (21/10/2020) dini hari.

Baca Juga:  Antisipasi Erupsi Merapi, DPUPR Boyolali : Kondisi Jalur Evakuasi Sudah Bagus

Polisi mendapat petunjuk dari chat WA terakhir korban yang hendak bertemu dengan pelaku di lokasi.

Kapolda menambahkan, “Pelaku langsung kita tangkap. Di kandang ayam ditemukan ceceran darah korban, linggis, lakban, dan bekas seretan”.

Di sisi lain, polisi juga mengamankan barang bukti uang senilai Rp 8 juta yang diambil pelaku dari tas korban. Pelaku juga mengambil uang korban melalui M-Banking BCA senilai Rp 15 juta.

“Jadi korban ini saat kondisi sekarat masih diminta nomor PIN ATM. Pelaku mengambil uang dari ATM dua rekening korban total Rp 15 juta,” tambah Kapolda.

Kapolda juga menegaskan bahwa pelaku sengaja menghabisi korban dengan harapan masalah utangnya terselesaikan.

Atas tindakan tersebut, pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dan pasal 187 KUHP tentang pembakaran dan ancaman hukumannya yakni hukuman mati.

Tags: , ,