Pemerataan Drainase Berlanjut, Pemilik Usaha Kecil Terdampak Proyek Harapkan Kompensasi

Belasan bangunan terdampak proyek pemerataan dan pembangunan drainase Jl Ir Sutami kawasan simpang empat Sekarpace ke barat sampai Tugu Cembengan, Jebres, Solo.

Tim appraisal sudah selesai menaksir nilai lahan dan bangunan terdampak proyek tersebut. Namun, hasil appraisal itu belum sampai ke warga.

Cama Jebres, Sulistiarini, menjelaskan Pemkot Solo dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan pertemuan dua pekan lalu untuk membahas kompensasi lahan dan bangunan terdampak proyek tersebut.

“Appraisal masing-masing lahan dan bangunan terdampak telah selesai dan sudah ada pada kami. Tindak lanjutnya akan menghadirkan warga untuk menyampaikan hasil appraisal itu,” katanya, Rabu (7/10/2020).

Sulistiarini mengaku belum mengetahui pasti kapan penyerahan kompensasi lahan dan bangunan terdampak proyek drainase Solo itu kepada warga karena masih menunggu anggaran dari Kementerian PUPR.

Baca Juga:  Pembangunan Pasar Legi Solo Rampung Setahun Lagi

Penyerahan itu kemungkinan baru terealisasi akhir tahun ini atau awal 2021. Proyek penataan kawasan dan pembangunan drainase  Jl. Ir Sutami itu akan berlangsung secara tahun berjamak.

Sementara itu, kendati nilai maupun waktu penyerahan kompensasi itu belum jelas, sebagian warga sudah bersiap membuat bangunan pengganti bangunan mereka yang terkena proyek. Salah satu warga terdampak proyek drainasae, Danang, 20, menjelaskan sudah ada petugas datang ke rumah dan bengkelnya. Namun belum ada pertemuan lanjutan setelah Wali Kota Solo dan perwakilan Kementrian PUPR mengecek ke rumahnya awal Juli lalu.

“Enggak ada kepastiannya kapan. Saya lihat yang dikerjakan arah Tugu Cembengan dulu. Ini sambil menunggu saya pindahkan barang dan nyicil besi cakar ayam,” kata Danang yang memiliki bengkel di Jl Ir Sutami No 37 tersebut.

Baca Juga:  Puskesmas Gambirsari Solo Tutup Sementara Imbas Satu Nakes Positif Covid-19

Pemilik rumah sudah membeli material bangunan, antara lain batu bata dan besi untuk fondasi banggunan baru. “Kami mendukung pembangunan jalan. Kami berharap pembahasan kompensasi cepat rampung karena tahun depan ada Wali Kota baru,” ungkapnya

Wali Kota yang terus berganti membuat penataan Jl Ir Sutami kurang perhatian. Sebagai informasi, Kementerian PUPR melakukan penataan sejumlah ruas jalan, antara lain Jl Adi Soemarmo, Jl Ir Sutami, dan Jl Sumpah Pemuda dengan anggaran Rp18 miliar. Untuk Jl Ir Sutami ada 11 bangunan bersertifikat dan dua bangunan tidak bersertifikat yang terkena dampak.

Tags: , ,