Pemkab Karanganyar Siap Jika Saat Ramadan Vaksinasi Dilakukan Malam Hari

Pemkab Karanganyar Siap Jika Saat Ramadan Vaksinasi Dilakukan Malam Hari

Bila memang harus melakukan vaksinasi Covid-19 di malam hari saat Ramadan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar mengaku siap.

Pada hari Jumat (19/3/2021) kemarin, Sundoro selaku Plt Kepala DKK Karanganyar mengatakan, “Iya. Memang di malam hari saja usai berbuka jika vaksinasinya masih berlanjut saat Ramadan”.

Tercatat, hingga saat ini sudah terpakai 28.940 dosis dari 39.710 dosis vaksin tercatat pada akhir pekan lalu.

Itu artinya, puluhan ribu warga belum berkesempatan disuntik berdasarkan perkiraan sasaran 570.156 jiwa.

Sundoro menyampaikan, “Kalau sudah diperintah pak bupati, vaksinator harus siap. Bahkan di malam hari tidak masalah. Dari sisi organisasi akan menatanya, mungkin sistem shift. Sedangkan bagi masyarakat, memang butuh ajakan. Sosialisasi lagi dengan mengerahkan aparat pemerintah desa dan kecamatan”.

Ia juga menambahkan bahwa vaksin kiriman terakhir dipastikan habis pada akhir pekan ini.

Sasarannya pada lansia, pedagang pasar tradisional dan sebagian pelayan publik.

Pada pengiriman logistik sebelumnya, DKK sudah menginjeksi TNI/Polri, nakes dan sebagian pelayan publik.

“Memasuki Ramadan kurang dari sebulan. Dengan melihat masih banyak yang belum divaksin, kemungkinan vaksinasi saat Ramadan. Itupun tergantung kiriman vaksin dari provinsi”, katanya.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait vaksin Covid-19. MUI menyatakan bahwa vaksinasi Covid-19 yang dilakukan di siang hari saat bulan Ramadhan tak membatalkan puasa.

Dalam keterangan pers resminya pada hari Rabu (17/3/2021), Asrorun Niam Sholeh selaku Ketua Bidang Fatwa MUI mengatakan, “Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular tidak membatalkan puasa”.

Namun, MUI juga merekomendasikan agar pelaksanaan vaksinasi di bulan Ramadhan tetap memperhatikan keadaan umat Islam yang tengah menjalankan puasa.

Penyuntikan vaksin di siang hari saat bulan Ramadhan diperbolehkan, dengan catatan tidak menimbulkan bahaya.

“Hukum melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuscular adalah boleh sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dlarar),” tambah Asrorun.

Bila khawatir timbul efek samping pasca vaksinasi karena kondisi yang lemah saat berpuasa, maka MUI menyarankan agar penyuntikan dilakukan pada malam hari.

Fatwa tersebut diharapkan menjadi panduan bagi umat Islam agar dapat melaksanakan ibadah puasa sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Tags: , ,